Tampilkan postingan dengan label kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kreatif. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2015

Menghargai kerajinan Indonesia

Saya yakin kalian semua bisa membedakan mana kerajinan asli Indonesia dan kerajinan negara lain. Pernak-pernik tangan orang Indonesia begitu diakui oleh masayarakat mancanegara. Saya terheran-heran ketika beberapa teman di luar negeri pamer kerajinan yang dibeli di tempatnya. "Ini buatan Indonesia lho. Keren kan?!"

Orang bule aja mengakui kualitas kerajinan Indonesia. Kehalusan dan nuansa khas Indonesia lebih mudah terlihat daripada produk kerajinan yang lain. Sayangnya kehebatan ini hanya diketahui oleh orang-orang di luar sana, tidak di dalam negeri. Masih sedikit orang yang memandang kerajinan sebagai benda yang bernilai dan bisa dijual. Hal ini karena informasi tentang kerajinan Indonesia kurang banyak, kurang masif, kurang menunjukkan kehebatannya. Efeknya, daya beli masyarakat Indonesia terhadap kerajinan tangan masih belum mendongkrak ekonomi yang menjanjikan.

Jumat, 15 Agustus 2014

Mari berproduksi

Budi membeli apel 2 buah, jeruk 2 buah dan salak 3 buah. Harga apel 400 rupiah, harga jeruk 300 rupiah dan harga salak 100 rupiah per buahnya.Jika uang budi 2000 rupiah, berapa kembalian yang harusnya diterima?

Saya tidak menyalahkan soalnya. Secara tidak sadar, soal pembelian ini kita terima secara terus-menerus. Pelajaran matematika, Bahasa Indonesia, tidak terlepas dari kegiatan membeli. Sehingga alam bawah sadar tertanam untuk membeli. Informasi kegiatan konsumtif ditanam sedari kecil.