Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Agustus 2014

Personalize

Secangkir kopi terhidang dengan manisnya di depanku. Mengepul panas, beraroma mantap.

Kopi permintaanku ini sudah dihafal oleh mbok Djum takaran dan racikannya. Satu sendok kopi hitam ditambah dengan satu setengah sendok gula. Kemudian disiram dengan air mendidih di atas kompor. Airnya harus benar-benar mendidih (mbulak-mbulak) sehingga ketika dimasukkan ke dalam gelas, bubuk kopinya ikut terangkat dan mengambang bercampur busa kopi yang terbentuk. Kopi menjadi matang terkena air mendidih dan aromanya langsung memenuhi ruangan.
Seduhan kopi diaduk, dengan kondisi kopi masih mengambang. Perlahan-lahan ampas kopi turun seiring dengan penurunan suhu seduhan.

Jika bubuk kopi tidak terangkat ke permukaan maka proses penyeduhan kopi dianggap gagal dan harus membuat kopi baru lagi.

Bisa jadi racikan untuk orang lain berbeda dengan kopi yang terhidang di depanku ini.Itulah yang membuat orang-orang di sini betah. Masing-masing orang merasa diperhatikan secara personal, dihafal menurut kebiasaannya.