Tampilkan postingan dengan label masa depan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masa depan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Desember 2014

Target tahunan

Berikut catatan saya pagi ini di warung mbok Djum tentang apa-apa yang harus dilakukan di tahun 2015. Silakan menyimak.


Foto      : Mandor 
Editing : Prima Hutabarat

Cita-cita, tujuan, target itu harus tidak logis
Kemudian carilah cara-cara yang logis untuk mencapainya.

Sesuatu yang diluar daya pencapaian logisnya akan membuat seseorang tumbuh. Kekuatannya bertambah. Kekuatan di sini bisa berupa kemampuan, pemikiran, ide, relasi, pengalaman, jalan keluar, daya analisis, atau apapun yang membuat seseorang tumbuh. Meski yang dilakukan adalah biasa-biasa saja tapi ketika dia tumbuh, maka kebiasaan itu akan menjadi besar dan layak diperhitungkan.

Kamis, 20 November 2014

Resah


Bayangan Perempuan Desir Angin menyesaki pikiran. Tentang gambaran yang bernama kenangan. Aku tidak bisa mengelak, bayanganmu terus menghujam sejak kutinggalkan pintu itu dengan amarah.

Tentang senyumanmu ketika bertemu, begitu antusiasnya kamu bersegera menemuiku dengan berusaha tampil secantik mungkin. Tentang kamu yang berpura-pura memarahiku, padahal itu adalah tanda permintaanmu untukku memotong rambut. Tentang kesalahanmu yang begitu mudah kumaafkan, menumpahkan kopi ke bukuku Dasar Teknik Digital dan Komputasi Analog. Tentang kamu yang menyeretku untuk segera merasakan nasi goreng si Bontot yang menurutmu pualing enak sedunia.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Roadmap Masa Depan

kamu besok mau jadi apa?
sepuluh atau lima belas tahun lagi kamu mau dikenal sebagai apa?

Dulu saya menganggap pertanyaan itu adalah pertanyaan retoris, pertanyaan yang gak perlu dijawab karena memang saya gak mampu menjawabnya. Bahkan saya menganggap pertanyaan itu adalah suatu sindiran melihat kondisi saya yang masih gak jelas mau jadi apa. Lha wong sekolah gak selesai-selesai, nyari kerjaan saja susahnya minta ampun.

Setelah memasuki dunia kerja, saya baru menyadari bahwa ternyata ada banyak sekali yang tidak saya ketahui. Ada hal-hal baru, ilmu baru yang berguna untuk diterapkan dalam kehidupan. Ada banyak sekali hal-hal yang harus dipelajari. Dan saya merasa terlambat untuk menyadarinya.

Saat kerja di pabrik, ada hal yang menghantui saya setiap hari. Saya sudah pasti tidak akan selamanya di sini. Ada suatu saat nanti saya harus keluar dari pabrik ini entah itu mengundurkan diri, dipecat atau PHK, dan pensiun.