Perempuan Desir Angin, cerita sebelumnya ada di sini Resah
Bulan Rajab sedang berjalan menuju akhir. Sebelum nantinya bergulir ke bulan sya'ban. Bulan yang membuat sebagian orang menjadi sangat sibuk dengan persiapan-persiapan yang bulan berkah. Pikiran sudah tidak berada di tempatnya berada. Sedang kerja pikiran di rumah, sedang bertugas pikiran di kampung, sedang membetulkan mesin pikiran di mall.
Bulan Rajab diiringi dengan siang yang panas terik. Musim penghujan sudah lewat masanya, diakhiri dengan hujan deras disertai petir beberapa hari yang lalu. Hujan yang sangat deras dan tiba-tiba, yang terjadi tidak lama. Seakan-akan alam marah dan ingin menunjukkan kekuatannya kepada manusia yang ada.
Seperti halnya teleponmu kemarin yang secara tiba-tiba. Sungguh mengejutkan. Sama seperti hujan petir yang datang tempo hari. Mungkin aku tidak terlalu menganggap sebuah firasat, namun ada kalanya itu adalah pertanda yang aku sendiri tidak menyadarinya. Sebuah telepon yang secara redaksional "meminta izin" untuk menjenguk Ray, namun yang sebenarnya ini adalah sebuah ungkapan cinta.
Dalam pikiranku terus berkecamuk, cinta yang mana? Kekasih sedang sakit atau meminta izin kepada kekasih untuk pergi?
Rabu, 13 Mei 2015
Kamis, 30 April 2015
Belanja Online, Kemana ?
Sudah pernah membeli secara online? Belanja kebutuhan diri, peralatan rumah, peralatan dapur alat olahraga ataupun yang lain.
Pilih-pilih baju, jam tangan, sepatu, dan tas atau kebutuhan diri dan keluarga, yang tidak sempat punya waktu untuk keluar jalan-jalan. Sebenarnya sih lebih enak kalau jalan-jalan, sayangnya kadang waktu tidak memungkinkan untuk itu. Jadilah toko online yang praktis untuk dikunjungi dari rumah.
Umm... toko online apa yang dikunjungi? Lazada, Zalora ... kafka (ups). Ada banyuak sekali toko di ranah dunia maya. Baik yang terkenal maupun yang tidak terkenal. Bahkan rekomendasi teman pun kadang bisa jadi rujukan meskipun belum tentu ada kecocokan dalam pemilihan.
Wew ternyata masih membutuhkan banyak waktu untuk berselancar di berbagai situs pilihan. Ribet dengan pindah-pindah situs, dilanjutkan dengan pusing milih. Terlalu banyak barang yang dibandingkan, Jadinya malah gak dapet barang yang diinginkan. Suntuk di sendiri rumah, padahal kan pengennya di rumah saja dan tidak ingin keluar.
Umm... toko online apa yang dikunjungi? Lazada, Zalora ... kafka (ups). Ada banyuak sekali toko di ranah dunia maya. Baik yang terkenal maupun yang tidak terkenal. Bahkan rekomendasi teman pun kadang bisa jadi rujukan meskipun belum tentu ada kecocokan dalam pemilihan.
Wew ternyata masih membutuhkan banyak waktu untuk berselancar di berbagai situs pilihan. Ribet dengan pindah-pindah situs, dilanjutkan dengan pusing milih. Terlalu banyak barang yang dibandingkan, Jadinya malah gak dapet barang yang diinginkan. Suntuk di sendiri rumah, padahal kan pengennya di rumah saja dan tidak ingin keluar.
Selasa, 28 April 2015
Lampu merah
Ketika sedang berkendara, katakanlah 40-50 Km/Jam, standar berkendara dalam kota. Terlihat di depan ada lampu kendaraan berwarna merah. Yang terbesi dalam pikiran umumnya : itu adalah lampu belakang motor. Pas sudah jarak dekat, betapa terkejutnya ternyata itu adalah lampu depan motor. YA! Lampu depan yang sengaja dibuat warna merah. Sopir motor ini mungkin merasa biasa saja dengan keadaan itu. Atau malah bangga berani melawan arus (melawan arus dalam arti yang sebenarnya). Untuk menunjukkan bahwa dirinya berani dengan berpacu di depan kendaraan.
Namun bagi kendaraan yang ada di depannya, ini seakan-akan sengaja menantang. Pengemudi motor lampu depan merah ini menantang namun tidak meyadari dirinya sedang menantang. Bahwa lampu depannya itu berwarna merah ingin segera ditabrak oleh kendaraan yang dihadapinya. Kendaraan yang melihat warna merah akan merasa aman bahwa dirinya sedang berada di belakang suatu motor.
Namun bagi kendaraan yang ada di depannya, ini seakan-akan sengaja menantang. Pengemudi motor lampu depan merah ini menantang namun tidak meyadari dirinya sedang menantang. Bahwa lampu depannya itu berwarna merah ingin segera ditabrak oleh kendaraan yang dihadapinya. Kendaraan yang melihat warna merah akan merasa aman bahwa dirinya sedang berada di belakang suatu motor.
Senin, 20 April 2015
Guru
"Jadi apa yang kamu dapat dari kegiatanmu kemarin itu?"
Begitu tanya Mbok Djum sesaat setelah saya duduk di bangku panjang itu.
Saya yang masih terkena demam euforia Kelas Inspirasi kemarin pengen cerita macam-macam ke Mbok Djum. Cerita yang baik-baiknya thok, yang jelek-jeleknya gak usah diceritakan nanti malah tambah gak asik ngobrolnya.
Perkenalan saya dengan para dewan guru, malah menganggap saya adalah seorang eksekutif pada perusahaan ternama. Halah. Padahal saya kan hanya level mandor. Saya malah takut dengan persepsi yang tersemat di dalam diri saya yang tidak sesuai dengan kemampuan saya. Begitu hormatnya guru-guru itu kepada saya hingga saya "dibasani", diajak ngomong bahasa jawa dengan Kromo Inggil, haduhhh gak usah segitunya kali.
Begitu tanya Mbok Djum sesaat setelah saya duduk di bangku panjang itu.
Saya yang masih terkena demam euforia Kelas Inspirasi kemarin pengen cerita macam-macam ke Mbok Djum. Cerita yang baik-baiknya thok, yang jelek-jeleknya gak usah diceritakan nanti malah tambah gak asik ngobrolnya.
Perkenalan saya dengan para dewan guru, malah menganggap saya adalah seorang eksekutif pada perusahaan ternama. Halah. Padahal saya kan hanya level mandor. Saya malah takut dengan persepsi yang tersemat di dalam diri saya yang tidak sesuai dengan kemampuan saya. Begitu hormatnya guru-guru itu kepada saya hingga saya "dibasani", diajak ngomong bahasa jawa dengan Kromo Inggil, haduhhh gak usah segitunya kali.
Rabu, 15 April 2015
Langganan:
Postingan (Atom)
