Media sosial bergerak sangat cepat, deras. Informasi apapun tersebar dengan cepat melalui fesbuk, twitter, path, istagram, bahkan aplikasi bbm, line, what's up, viper, dijadikan sebagai sumber berita. Maka bijaklah dalam menerima sebuah berita, dipelajari dulu ada apa.
Kecenderungannya adalah, pembaca lebih menyukai berita buruk ketimbang berita baik. untuk hal-hal yang sepele seperti misalnya, masjid terbang pasti akan sering muncul daripada masjid penuh jamaah. jalan macet sering muncul daripada jalan lancar. Hingga ke masalah-masalah yang sangat pelik. Bad news is News, Good news aren't sellable.
Banjir yang sekarang menjadi tren. Maka kita sibuk meributkan bendera bantuan daripada jumlah dan bentuk bantuan itu sendiri. Padahal di kamp pengungsian itu sudah tidak terpikirkan lagi ada benderanya apa tidak, yang penting kamu mau membantu, mau ngasih, gak perduli benderanya apa. Data di kamp pengungsian adalah jumlah dan bentuk bantuan, akan bertahan untuk sekian hari. Jumlah korban sekian, dapur umum sekian, kebutuhan bahan makanan sekian setiap hari. Orang-orang diluar banjir akan sibuk berpolemik bendera, tidak berusaha menggali lebih dalam data-data yang sudah diterima, yang sudah terkumpul dan yang masih dibutuhkan. Miris.