Jumat, 28 Juni 2019
Marketplace menggunakan crypto, DVMarketplace
Model pasar semakin banyak. Orang berjualan juga semakin mudah. Transaksi jual beli bisa dilakukan kapanpun dan dimanaun. Pada data pertumbuhan ekonomi global, Di pasar penjualan online mempunyai jumlah transaksi yang sangat besar. Diperkirakan akan mencapai $4 miliar USD pada tahun 2021.
Jumlah orang yang melakukan transaksi online mengalami peningkatan rata-rata 16%. Dan sekarang total pengguna transaksi online adalah 1,91 miliar di seluruh dunia.
Menjawab tantangan itu, dihadirkanlah sebuah market baru DVMarketplace. Untuk menciptakan pasar yang terdesentralisasi dengan pembayaran mata uang digital sebagai alat pembayaran.
Penggunaan mata uang digital memungkinkan akses global ke perdagangan berbasis blockchain baik untuk pribadi dan bisnis. Peran mata uang digital (cryptocurrency) dalam dunia modern dunia berkembang pesat. Oleh Karena itu cryptocurrency memiliki potensi yang besar menjadi metode pembayaran baru yang logis dan bisa diterima masyarakat. DVMarketplace memanfaatkan potensi tersebut. Dengan terobosan baru, merevolusi e-commerce melalui kualitas tinggi dan standar layanan yang bagus.
Facebook dengan Libra
Pertanyaan yang sekarang sudah mulai umum ketika saat pembayaran. Mau pakai Uang tunai, kredit, atau crypto? Bisnis ritel seperti AT&T dan Whole Foods telah mulai menerima pembayaran dalam Bitcoin. Di lain pihak, baru-baru ini Facebook juga mengumumkan platform cryptocurrency baru yaitu Libra. Tujuannya adalah membuat satu mata uang digital global yang dapat digunakan semua orang untuk melakukan pembayaran dan menyimpan uang.
Hal mendasar yang harus segera dijawab adalah : apakah konsumen benar-benar perlu membayar tagihan mereka dengan cryptocurrency?
Facebook dengan Libra ya ... Hmmm menarik.
Rabu, 05 Oktober 2016
Tidak Percaya
Yang bilang "saya hanya percaya sama Allah mas" segera ke laut saja deh. Jangan lanjutkan baca.
Memang susah menghadapi orang yang tidak percaya ini. Apapun bisa dijadikan alasan untuk mengklaim terhadap sesuatu yang sudah ada. Ketika data sudah diberikan, harus dicari dan dipikirkan apakah hasil tersebut valid atau tidak. Apakah ada kemungkinan untuk dimanipulasi. Apakah ada sebuah konspirasi yang lebih besar di balik data yang diberikan. Ketidak percayaan yang sangat besar untuk sebuah data.
Senin, 03 Oktober 2016
Menggandakan uang

Sudah nonton bagaimana cara menggandakan uang? Saya penasaran hingga bongkar-bongkar youtube untuk "mempelajari" caranya. Ternyata saya gagal menimba ilmu di youtube. Ternyata ada larangan untuk berada di belakang kursi sang kanjeng. Wah, pasti ada sesuatu ini kenapa ada statemen dan larangan ini itu dalam proses menggandakannya. Ternyata benar, banyak yang kemudian mengklarifikasi proses tersebut tidak benar-benar "menggandakan" uangnya. Ternyata ada uang yang lain yang di belakang kursi.
Kok bisa banyak orang yang ikut? Uang banyak tanpa kerja?
Kamis, 30 Juni 2016
Ketentraman
Ketika jalan muter-muter mbrasak ke kampung-kampung bersama Za dan Vio, terkejut saya melihat ini. Musholla ini mirip dengan musholla kenangan saya mengaji waktu kecil.
Sebuah tempat kumpul bermain, sederhana, di pinggir sawah, serta tempat peristirahatan pelepas lelah. Tempat yang menyimpan ketentraman, mengajarkan ilmu-ilmu mendasar yang dulu belum sempat saya pikirkan apa gunanya.
Beranjak dewasa saya sadar bahwa ilmu dan kekuatan saya diajarkan di tempat yang sangat tersembunyi seperti musholla di atas. Terima kasih wahai para Guru.
Musholla Miftahul Jannah. Kp Rawa Lele, Ds Wanajaya Cibitung, Bekasi
Kamera : Lenovo P780. Retouch : photoshop.
(93 kata)
Senin, 06 Juni 2016
Ceramah Tarawih
Sholat tarawih sudah dilakukan semalam dalam menyambut
datangnya bulan Ramadhan. Orang-orang yang datang membludak hingga di luar,
antusias sekali. Tua muda tumpah ruah anak-anak berlarian, yang biasanya tidak
terlihat di masjid sekarang menampakkan diri. Alhamdulillah.
Setelah sholat Isya selesai, berselang wirid dan sholat
sunnah. Sang imam naik mimbar, dimulailah ceramah. Katanya kultum, kuliah tujuh menit. Tapi ini
sudah setengah jam berlalu tanpa ada kepastian selesai ceramah. Di dalam hati
saya kok ada ganjalan. Ada sesuatu yang membuat saya merasa tidak sreg. Saya melihat jamaah lain mendengar dalam
diam, bahkan terlihat beberapa orang malah tertidur.
Saya pun berandai-andai. Apa jadinya jika ceramahnya itu
ditempatkan setelah sholat tarawih. Apakah jamaah mendengarkan dengan antusias
atau berbondong-bondong pulang?
Saya yakin jamaah pasti lebih memilih pulang.
Ini pasti ada yang salah. Kalau bukan hati para jamaah yang sudah keras, ya mungkin materi ceramah dan orangnya yang membosankan.
Ini harus diperbaiki.
Kalau memang saya, anda, mereka, kita semua mudah bosan dengan
ceramah-ceramah yang ada. Hati yang dibawa harus ditata dulu, setiap ceramah
yang terucap pasti ditujukan ke dalam hati. Kalau memang dari penyampai ceramah
yang mengangkat materi yang sudah umum yang mudah ditebak dan membuat orang
bosan dan mengantuk. Mencari materi yang membuat antusias.
Anda sendiri bagaimana?
(Jumlah kata : 201 kata)
Jumat, 25 Maret 2016
Perilaku Konsumen
Perilaku anda sebagai konsumen sangatlah wajar. Sudah pasti akan memilih harga paling murah jika parameter-parameter yang dibutuhkan sama persis. Sebagaimana ibu-ibu beli cabe di pasar, cabenya warna merah, segar, mengkilat, tidak ada yang busuk. Dari semua kriteria tersebut barulah diputuskan cari harga yang paling murah dari semua penjual yang ada.
Keputusan membeli atau tidak oleh konsumen dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Dengan harga sekian dirasa wajar, dengan harga lebih tinggi pasti ada yang ditawarkan lebih, dengan harga lebih rendah pasti ada parameter yang turun dari permintaan. Secara logika, sangat tidak mungkin seseorang menjual barang yang bagus dengan harga yang jauh di bawah harga pasar. Tidak mungkin seorang penjual menawarkan harga separuh dari harga penjual sebelahnya. kalaupun ada, bisa jadi barangnya adalah barang curian.
Sebagai konsumen secara alami akan memilih harga yang lebih murah, namun begitu tingkat kewajaran juga berpengaruh atas keputusan pembelian.
Rabu, 02 Maret 2016
Teman rusak
Kali ini saya akan cerita. Yang tidak setuju dengan pandangan saya monggo saja.
Dulu, waktu saya (pernah merasakan masih) muda, bergaul dan berkumpul dengan berbagai macam orang dari orang alim hingga orang rusak. Kumpulan saya dengan orang alim tidak usah diceritakan, nanti saya mendadak jadi ustad atau kiai. Kali ini saya cerita tentang teman-teman saya yang rusak saja.
Sebut saja dia namanya Tejo. Saya kenal dia karena satu kampung dan sering ketemu. Orangnya sangat supel sekali, mudah bergaul. Dalam kumpulan remaja dan pemuda, jika Tejo belum hadir suasana serasa kurang. Tejo yang selalu membawa guyonan segar, joke yang tidak menyinggung pribadi sehingga suasana menjadi cair dan semua orang yang ada selalu tertawa keras, ngakak.
Sayangnya, dia juga bergaul dengan teman-teman yang lain yang suka mabuk. Tiap minggu kumpulannya dengan pemabuk. Kalau urusan mabuk langsung maju jadi bandar, jadi orang yang bagi-bagiin takaran. Jaman dulu orang mabuk itu dimusuhi masyarakat, atau sebaliknya, orang mabuk selalu memusuhi orang-orang normal. Jaman dulu mabuknya gak elit, cafe belum ada, diskotik mbayarnya mahal. Maka sasaran tempat-tempat sembarang. Bikin rusuh di pos, di pinggir kampung, di jembatan atau tempat-tempat yang menjadi area kekuasaan untuk mabuk. Orang kampung sudah sering menghalau Tejo dan teman-temannya ini, tapi yang namanya orang bandel ya lama-lama orang kampung jadi maklum. Yang penting gak bikin onar.
Dulu, waktu saya (pernah merasakan masih) muda, bergaul dan berkumpul dengan berbagai macam orang dari orang alim hingga orang rusak. Kumpulan saya dengan orang alim tidak usah diceritakan, nanti saya mendadak jadi ustad atau kiai. Kali ini saya cerita tentang teman-teman saya yang rusak saja.
Sebut saja dia namanya Tejo. Saya kenal dia karena satu kampung dan sering ketemu. Orangnya sangat supel sekali, mudah bergaul. Dalam kumpulan remaja dan pemuda, jika Tejo belum hadir suasana serasa kurang. Tejo yang selalu membawa guyonan segar, joke yang tidak menyinggung pribadi sehingga suasana menjadi cair dan semua orang yang ada selalu tertawa keras, ngakak.
Sayangnya, dia juga bergaul dengan teman-teman yang lain yang suka mabuk. Tiap minggu kumpulannya dengan pemabuk. Kalau urusan mabuk langsung maju jadi bandar, jadi orang yang bagi-bagiin takaran. Jaman dulu orang mabuk itu dimusuhi masyarakat, atau sebaliknya, orang mabuk selalu memusuhi orang-orang normal. Jaman dulu mabuknya gak elit, cafe belum ada, diskotik mbayarnya mahal. Maka sasaran tempat-tempat sembarang. Bikin rusuh di pos, di pinggir kampung, di jembatan atau tempat-tempat yang menjadi area kekuasaan untuk mabuk. Orang kampung sudah sering menghalau Tejo dan teman-temannya ini, tapi yang namanya orang bandel ya lama-lama orang kampung jadi maklum. Yang penting gak bikin onar.
Jumat, 01 Januari 2016
Selamat tahun baru 2016
Malam tahun baru sudah usai, hari ini kita menginjak tahun baru itu sendiri. Ya, seperti janji-janji yang sudah tertulis kemarin bahwa di Tahun Baru 2016 saya akan ..., saya akan ... Hayoo kemarin dirimu nulis apa untuk tahun 2016 ini?
Saya melihat berbagai acara digelar untuk menyambut pergantian tahun. Mulai dari konser akbar, panggung gembira, pesta kembang api, nongkrong di jalan hingga bakar-bakaran. Ada juga yang malah berdiam diri di dalam rumah menonton televisi yang tak kalah serunya dengan kegiatan yang ada di luar.
Beberapa orang yang tidak kemana-mana mengadakan acara sendiri dengan tetangga. Ada yang bakar-bakar jagung, ada yang bakar ikan, ada yang bakar kembang api bahkan ada juga yang saking kayanya bakar hotel, ups. Kejadian bakar hotel itu bukan tetangga saya, tapi di Dubai sono. Saya hanya denger dari berita kok, gak usah diambil hati semoga tidak ada korban.
Saya melihat berbagai acara digelar untuk menyambut pergantian tahun. Mulai dari konser akbar, panggung gembira, pesta kembang api, nongkrong di jalan hingga bakar-bakaran. Ada juga yang malah berdiam diri di dalam rumah menonton televisi yang tak kalah serunya dengan kegiatan yang ada di luar.
Beberapa orang yang tidak kemana-mana mengadakan acara sendiri dengan tetangga. Ada yang bakar-bakar jagung, ada yang bakar ikan, ada yang bakar kembang api bahkan ada juga yang saking kayanya bakar hotel, ups. Kejadian bakar hotel itu bukan tetangga saya, tapi di Dubai sono. Saya hanya denger dari berita kok, gak usah diambil hati semoga tidak ada korban.
Minggu, 27 Desember 2015
Refleksi
Untuk setiap keberhasilan, mari kita syukuri sekecil apapun. Untuk setiap kegagalan, kita inventarisir untuk kita pelajari masalahnya dimana.
Ada banyak hal yang di dalam kehidupan ini yang berhasil dan gagal. Semuanya terjadi silih berganti hingga kedua hal tersebut luput dari perhatian karena terlalu sering terjadi. Menganggap berhasil dan gagal itu hal yang biasa. Roda berputar katanya. Padahal berhasil dan gagal itu adalah pelajaran bagi kita semua untuk melangkah maju ke depan.
Jika ada yang bilang roda terus berputar, maka sering kali saya menyahut "Ketika pas di atas, segeralah mencari kayu atau batu untuk menggajal rodanya. Atau sesegera mungkin meraih gagang pintu untuk segera merayap naik ke atap." Karena hampir semua orang ketika ditanya, apakah senang berada di posisi bawah roda? Gak ada yang menjawab senang, semuanya pasti menunggu saat berada di atas roda.
Rabu, 11 November 2015
Waktu tepat
beberapa waktu lalu saya sempat membuat survey kecil seperti di bawah.
survey kecil nih
Apakah jam pribadimu (jam tangan, jam hape) waktunya tepat?
Jam pribadi tidak termasuk jam dinding rumah apalagi jam kantor. Tepat di sini artinya tidak disengajakan maju sekian menit atau mundur sekian menit. Kalau sekarang jam 10.00 ya memang jam pribadi menunjukkan jam tersebut. Kalau ada perbedaan 1-3 menit TANPA DISENGAJAKAN BEDA masih terhitung waktunya tepat.
Sebagian besar teman yang saya temui di tempat kerja, alhamdulillah waktunya tepat. Yang menarik adalah ketika ditanya "Jam berapa sekarang?"
"Jam sepuluh." Katanya.
Ketika saya ingin mengkonfirmasi dengan jam tangan yang dipakainya, ternyata ada lebih sekian menit. Kemudian dia menambahkan kalimat berikutnya "Jam saya maju 6 menit."
Nah, ini menarik.
survey kecil nih
Apakah jam pribadimu (jam tangan, jam hape) waktunya tepat?
Jam pribadi tidak termasuk jam dinding rumah apalagi jam kantor. Tepat di sini artinya tidak disengajakan maju sekian menit atau mundur sekian menit. Kalau sekarang jam 10.00 ya memang jam pribadi menunjukkan jam tersebut. Kalau ada perbedaan 1-3 menit TANPA DISENGAJAKAN BEDA masih terhitung waktunya tepat.
Sebagian besar teman yang saya temui di tempat kerja, alhamdulillah waktunya tepat. Yang menarik adalah ketika ditanya "Jam berapa sekarang?"
"Jam sepuluh." Katanya.
Ketika saya ingin mengkonfirmasi dengan jam tangan yang dipakainya, ternyata ada lebih sekian menit. Kemudian dia menambahkan kalimat berikutnya "Jam saya maju 6 menit."
Nah, ini menarik.
Senin, 28 September 2015
Kopi Pahit
Sebuah kedai anyaman bambu, tempat makannya boleh memilih. Duduk menghadap etalase lauk-pauk di dalam kaca touch screen atau makan lesehan. Lebih mirip dibilang warung daripada cafe. Makanan ala warteg namun juga menyediakan makanan ala kos-kosan semacam indomitelor roti dan pisang bakar atau sejenisnya. Angin semilir lebih memihak pada orang-orang yang duduk lesehan daripada duduk di depan meja.
Entahlah apa yang ada di pikiranku saat ini. Terlintas untuk mengajak Perempuan Desir Angin masuk ke kedai tersebut. Aku menuju tempat lesehan saja, mungkin karena lebih longgar dan suasana lebih privat.
Raut wajahnya masih terlihat sedih, pikirannya masih kalut dengan Ray. Apa yang dirasakannya semua pahit. Aku berusaha menghibur. Ada seulas senyum manis. Aahh bahagianya bisa melihat wajah cantikmu tersenyum dikulum, dihadapanku.
Entahlah apa yang ada di pikiranku saat ini. Terlintas untuk mengajak Perempuan Desir Angin masuk ke kedai tersebut. Aku menuju tempat lesehan saja, mungkin karena lebih longgar dan suasana lebih privat.
Raut wajahnya masih terlihat sedih, pikirannya masih kalut dengan Ray. Apa yang dirasakannya semua pahit. Aku berusaha menghibur. Ada seulas senyum manis. Aahh bahagianya bisa melihat wajah cantikmu tersenyum dikulum, dihadapanku.
Senin, 31 Agustus 2015
Menghargai kerajinan Indonesia
Saya yakin kalian semua bisa membedakan mana kerajinan asli Indonesia dan kerajinan negara lain. Pernak-pernik tangan orang Indonesia begitu diakui oleh masayarakat mancanegara. Saya terheran-heran ketika beberapa teman di luar negeri pamer kerajinan yang dibeli di tempatnya. "Ini buatan Indonesia lho. Keren kan?!"
Orang bule aja mengakui kualitas kerajinan Indonesia. Kehalusan dan nuansa khas Indonesia lebih mudah terlihat daripada produk kerajinan yang lain. Sayangnya kehebatan ini hanya diketahui oleh orang-orang di luar sana, tidak di dalam negeri. Masih sedikit orang yang memandang kerajinan sebagai benda yang bernilai dan bisa dijual. Hal ini karena informasi tentang kerajinan Indonesia kurang banyak, kurang masif, kurang menunjukkan kehebatannya. Efeknya, daya beli masyarakat Indonesia terhadap kerajinan tangan masih belum mendongkrak ekonomi yang menjanjikan.
Orang bule aja mengakui kualitas kerajinan Indonesia. Kehalusan dan nuansa khas Indonesia lebih mudah terlihat daripada produk kerajinan yang lain. Sayangnya kehebatan ini hanya diketahui oleh orang-orang di luar sana, tidak di dalam negeri. Masih sedikit orang yang memandang kerajinan sebagai benda yang bernilai dan bisa dijual. Hal ini karena informasi tentang kerajinan Indonesia kurang banyak, kurang masif, kurang menunjukkan kehebatannya. Efeknya, daya beli masyarakat Indonesia terhadap kerajinan tangan masih belum mendongkrak ekonomi yang menjanjikan.
Kamis, 30 Juli 2015
Bertamu lagi
Saya memandangi kue-kue di atas meja yang tertata rapi. Ada beberapa yang masih utuh tidak tersentuh, ada yang sudah berkurang separuh. Kelihatannya kue yang masih utuh itu adalah kue yang kurang disenangi, sedangkan kue yang sudah berkurang adalah kue yang ... ah sudahlah. Perilaku orang ngemil tidak bisa diprediksi.
Tamu-tamu yang datang alhamdulillah lumayan. Lumayan menguras kantong maksudnya. Karena masing-masing tamu membawa anak-anak, sehingga recehan uang baru saya laris manis. Dan para orang tua pun ikut senang, anak-anak mereka menimang-nimang uang baru yang jumlahnya menggiurkan itu.
Kue-kue hanya sesekali saya dicicip. Hanya sebagai syarat untuk berkunjung. Kue-kue yang ada seakan pasrah untuk disukai atau tidak. Beberapa kue kaleng sempat tersentuh meskipun tidak banyak. Alhamdulillah saya tidak memasang jebakan penipuan seperti kaleng Khong Guan isi rengginang atau kaleng permen fox isi madumongso misalnya.
Ternyata, kue yang saya sukai itu sama dengan kue-kue yang diambil para tamu. Pantesan aja cepet habis. sedangkan kue yang masih utuh pasrah menunggu tangan-tangan baru untuk membuka tutupnya.
Tamu-tamu yang datang alhamdulillah lumayan. Lumayan menguras kantong maksudnya. Karena masing-masing tamu membawa anak-anak, sehingga recehan uang baru saya laris manis. Dan para orang tua pun ikut senang, anak-anak mereka menimang-nimang uang baru yang jumlahnya menggiurkan itu.
Kue-kue hanya sesekali saya dicicip. Hanya sebagai syarat untuk berkunjung. Kue-kue yang ada seakan pasrah untuk disukai atau tidak. Beberapa kue kaleng sempat tersentuh meskipun tidak banyak. Alhamdulillah saya tidak memasang jebakan penipuan seperti kaleng Khong Guan isi rengginang atau kaleng permen fox isi madumongso misalnya.
Ternyata, kue yang saya sukai itu sama dengan kue-kue yang diambil para tamu. Pantesan aja cepet habis. sedangkan kue yang masih utuh pasrah menunggu tangan-tangan baru untuk membuka tutupnya.
Rabu, 13 Mei 2015
Sakit itu
Perempuan Desir Angin, cerita sebelumnya ada di sini Resah
Bulan Rajab sedang berjalan menuju akhir. Sebelum nantinya bergulir ke bulan sya'ban. Bulan yang membuat sebagian orang menjadi sangat sibuk dengan persiapan-persiapan yang bulan berkah. Pikiran sudah tidak berada di tempatnya berada. Sedang kerja pikiran di rumah, sedang bertugas pikiran di kampung, sedang membetulkan mesin pikiran di mall.
Bulan Rajab diiringi dengan siang yang panas terik. Musim penghujan sudah lewat masanya, diakhiri dengan hujan deras disertai petir beberapa hari yang lalu. Hujan yang sangat deras dan tiba-tiba, yang terjadi tidak lama. Seakan-akan alam marah dan ingin menunjukkan kekuatannya kepada manusia yang ada.
Seperti halnya teleponmu kemarin yang secara tiba-tiba. Sungguh mengejutkan. Sama seperti hujan petir yang datang tempo hari. Mungkin aku tidak terlalu menganggap sebuah firasat, namun ada kalanya itu adalah pertanda yang aku sendiri tidak menyadarinya. Sebuah telepon yang secara redaksional "meminta izin" untuk menjenguk Ray, namun yang sebenarnya ini adalah sebuah ungkapan cinta.
Dalam pikiranku terus berkecamuk, cinta yang mana? Kekasih sedang sakit atau meminta izin kepada kekasih untuk pergi?
Bulan Rajab sedang berjalan menuju akhir. Sebelum nantinya bergulir ke bulan sya'ban. Bulan yang membuat sebagian orang menjadi sangat sibuk dengan persiapan-persiapan yang bulan berkah. Pikiran sudah tidak berada di tempatnya berada. Sedang kerja pikiran di rumah, sedang bertugas pikiran di kampung, sedang membetulkan mesin pikiran di mall.
Bulan Rajab diiringi dengan siang yang panas terik. Musim penghujan sudah lewat masanya, diakhiri dengan hujan deras disertai petir beberapa hari yang lalu. Hujan yang sangat deras dan tiba-tiba, yang terjadi tidak lama. Seakan-akan alam marah dan ingin menunjukkan kekuatannya kepada manusia yang ada.
Seperti halnya teleponmu kemarin yang secara tiba-tiba. Sungguh mengejutkan. Sama seperti hujan petir yang datang tempo hari. Mungkin aku tidak terlalu menganggap sebuah firasat, namun ada kalanya itu adalah pertanda yang aku sendiri tidak menyadarinya. Sebuah telepon yang secara redaksional "meminta izin" untuk menjenguk Ray, namun yang sebenarnya ini adalah sebuah ungkapan cinta.
Dalam pikiranku terus berkecamuk, cinta yang mana? Kekasih sedang sakit atau meminta izin kepada kekasih untuk pergi?
Kamis, 30 April 2015
Belanja Online, Kemana ?
Sudah pernah membeli secara online? Belanja kebutuhan diri, peralatan rumah, peralatan dapur alat olahraga ataupun yang lain.
Pilih-pilih baju, jam tangan, sepatu, dan tas atau kebutuhan diri dan keluarga, yang tidak sempat punya waktu untuk keluar jalan-jalan. Sebenarnya sih lebih enak kalau jalan-jalan, sayangnya kadang waktu tidak memungkinkan untuk itu. Jadilah toko online yang praktis untuk dikunjungi dari rumah.
Umm... toko online apa yang dikunjungi? Lazada, Zalora ... kafka (ups). Ada banyuak sekali toko di ranah dunia maya. Baik yang terkenal maupun yang tidak terkenal. Bahkan rekomendasi teman pun kadang bisa jadi rujukan meskipun belum tentu ada kecocokan dalam pemilihan.
Wew ternyata masih membutuhkan banyak waktu untuk berselancar di berbagai situs pilihan. Ribet dengan pindah-pindah situs, dilanjutkan dengan pusing milih. Terlalu banyak barang yang dibandingkan, Jadinya malah gak dapet barang yang diinginkan. Suntuk di sendiri rumah, padahal kan pengennya di rumah saja dan tidak ingin keluar.
Umm... toko online apa yang dikunjungi? Lazada, Zalora ... kafka (ups). Ada banyuak sekali toko di ranah dunia maya. Baik yang terkenal maupun yang tidak terkenal. Bahkan rekomendasi teman pun kadang bisa jadi rujukan meskipun belum tentu ada kecocokan dalam pemilihan.
Wew ternyata masih membutuhkan banyak waktu untuk berselancar di berbagai situs pilihan. Ribet dengan pindah-pindah situs, dilanjutkan dengan pusing milih. Terlalu banyak barang yang dibandingkan, Jadinya malah gak dapet barang yang diinginkan. Suntuk di sendiri rumah, padahal kan pengennya di rumah saja dan tidak ingin keluar.
Selasa, 28 April 2015
Lampu merah
Ketika sedang berkendara, katakanlah 40-50 Km/Jam, standar berkendara dalam kota. Terlihat di depan ada lampu kendaraan berwarna merah. Yang terbesi dalam pikiran umumnya : itu adalah lampu belakang motor. Pas sudah jarak dekat, betapa terkejutnya ternyata itu adalah lampu depan motor. YA! Lampu depan yang sengaja dibuat warna merah. Sopir motor ini mungkin merasa biasa saja dengan keadaan itu. Atau malah bangga berani melawan arus (melawan arus dalam arti yang sebenarnya). Untuk menunjukkan bahwa dirinya berani dengan berpacu di depan kendaraan.
Namun bagi kendaraan yang ada di depannya, ini seakan-akan sengaja menantang. Pengemudi motor lampu depan merah ini menantang namun tidak meyadari dirinya sedang menantang. Bahwa lampu depannya itu berwarna merah ingin segera ditabrak oleh kendaraan yang dihadapinya. Kendaraan yang melihat warna merah akan merasa aman bahwa dirinya sedang berada di belakang suatu motor.
Namun bagi kendaraan yang ada di depannya, ini seakan-akan sengaja menantang. Pengemudi motor lampu depan merah ini menantang namun tidak meyadari dirinya sedang menantang. Bahwa lampu depannya itu berwarna merah ingin segera ditabrak oleh kendaraan yang dihadapinya. Kendaraan yang melihat warna merah akan merasa aman bahwa dirinya sedang berada di belakang suatu motor.
Senin, 20 April 2015
Guru
"Jadi apa yang kamu dapat dari kegiatanmu kemarin itu?"
Begitu tanya Mbok Djum sesaat setelah saya duduk di bangku panjang itu.
Saya yang masih terkena demam euforia Kelas Inspirasi kemarin pengen cerita macam-macam ke Mbok Djum. Cerita yang baik-baiknya thok, yang jelek-jeleknya gak usah diceritakan nanti malah tambah gak asik ngobrolnya.
Perkenalan saya dengan para dewan guru, malah menganggap saya adalah seorang eksekutif pada perusahaan ternama. Halah. Padahal saya kan hanya level mandor. Saya malah takut dengan persepsi yang tersemat di dalam diri saya yang tidak sesuai dengan kemampuan saya. Begitu hormatnya guru-guru itu kepada saya hingga saya "dibasani", diajak ngomong bahasa jawa dengan Kromo Inggil, haduhhh gak usah segitunya kali.
Begitu tanya Mbok Djum sesaat setelah saya duduk di bangku panjang itu.
Saya yang masih terkena demam euforia Kelas Inspirasi kemarin pengen cerita macam-macam ke Mbok Djum. Cerita yang baik-baiknya thok, yang jelek-jeleknya gak usah diceritakan nanti malah tambah gak asik ngobrolnya.
Perkenalan saya dengan para dewan guru, malah menganggap saya adalah seorang eksekutif pada perusahaan ternama. Halah. Padahal saya kan hanya level mandor. Saya malah takut dengan persepsi yang tersemat di dalam diri saya yang tidak sesuai dengan kemampuan saya. Begitu hormatnya guru-guru itu kepada saya hingga saya "dibasani", diajak ngomong bahasa jawa dengan Kromo Inggil, haduhhh gak usah segitunya kali.
Rabu, 15 April 2015
Jumat, 10 April 2015
Kelompok 11
Apa itu kelas Inspirasi? Saya harap anda semua bisa mencari sendiri informasinya di mbah Google.
Setelah dinyatakan lolos dalam babak penyaringan, hati saya senang sekali... sekaligus gundah! Apa yang akan saya sampaikan nanti? Ini menghadapi anak-anak sekolah SD belum punya bayangan apa yang nanti akan disampaikan. Saya diharapkan bisa memberikan inspirasi tentang cita-cita. Sesuai dengan profesi yang disandang saat ini.
Saya tergabung dalam relawan Kelompok 11, Kelas Inspirasi Bekasi 2. Ada banyak sekali relawan yang mumpuni di bidangnya, membuat saya minder.
Setelah dinyatakan lolos dalam babak penyaringan, hati saya senang sekali... sekaligus gundah! Apa yang akan saya sampaikan nanti? Ini menghadapi anak-anak sekolah SD belum punya bayangan apa yang nanti akan disampaikan. Saya diharapkan bisa memberikan inspirasi tentang cita-cita. Sesuai dengan profesi yang disandang saat ini.
Saya tergabung dalam relawan Kelompok 11, Kelas Inspirasi Bekasi 2. Ada banyak sekali relawan yang mumpuni di bidangnya, membuat saya minder.
Langganan:
Postingan (Atom)










