Sekarang mari mengingat-ingat masa-masa yang telah dilewati. Masa kanak-kanak, masa remaja. Adakah suatu kejadian yang menguatkanmu sekarang ini? Ada, banyak malah.
Pengalaman-pengalaman itu sangat indah sekali untuk diceritakan. Kejadian yang tidak terduga, bahkan kalau kita harus mengulanginya saat ini, masih harus berpikir seribu kali. karena apa yang kita lakukan di masa lalu itu adalah suatu keajaiban.
Tampilkan postingan dengan label cerita masa kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita masa kecil. Tampilkan semua postingan
Senin, 21 April 2014
Rabu, 12 Februari 2014
Butuh 1 orang
Bagaimana kriterianya mempercayai orang? Ketika seseorang melontarkan sebuah ide, ada dua kemungkinan, disetujui dengan atau tanpa syarat, atau ditolak. Dalam hal ini jelas, bahwa ide yang dengan mudah disetujui muncul dari orang-orang yang punya kemampuan, keahlian di bidangnya atau orang yang punya kuasa atas sesuatu. Dan ide yang tertolak, adalah ide dari orang-orang biasa yang tidak pernah tersentuh oleh pendengar-pendengar. Sehebat apapun idenya.
Bagi orang yang ahli, keluasan pengalamannya menjadi rujukan pengeluaran ide tersebut. Seorang ahli musik misalnya, ketika mendengar sebuah reka-reka lagu baru kemudian berucap "Coba chord nya diubah menjadi G C Dm kemudian ke F, suaramu mengikuti larinya chord dan resapi. Semoga cocok dengan syairnya." Maka saran tersebut akan dengan mudah diikuti, karena yang ngomong adalah Anang Hermansyah. Atau seorang presiden direktur umpamanya "Itu daerah Bandung,
bangun saja 3 pabrik cabang. Pasarnya bagus."
Ucapannya langsung dituruti, langsung jadi. Gak peduli intuisinya benar atau tidak, kalau yang ngomong adalah presdir ya laksanakan.
Bagaimana nasib ide dari orang-orang biasa, seperti saya misalnya? Bahwa kemungkinan ide disetujui itu kecil sekali. bagaimana menyikapinya?
Bagi orang yang ahli, keluasan pengalamannya menjadi rujukan pengeluaran ide tersebut. Seorang ahli musik misalnya, ketika mendengar sebuah reka-reka lagu baru kemudian berucap "Coba chord nya diubah menjadi G C Dm kemudian ke F, suaramu mengikuti larinya chord dan resapi. Semoga cocok dengan syairnya." Maka saran tersebut akan dengan mudah diikuti, karena yang ngomong adalah Anang Hermansyah. Atau seorang presiden direktur umpamanya "Itu daerah Bandung,
bangun saja 3 pabrik cabang. Pasarnya bagus."
Ucapannya langsung dituruti, langsung jadi. Gak peduli intuisinya benar atau tidak, kalau yang ngomong adalah presdir ya laksanakan.
Bagaimana nasib ide dari orang-orang biasa, seperti saya misalnya? Bahwa kemungkinan ide disetujui itu kecil sekali. bagaimana menyikapinya?
Kamis, 06 Februari 2014
Sahabat air
Mumpung sekarang musim hujan, bolehlah saya ikut-ikutan posting tentang air, boleh ya. Ini cerita tentang masa kecil.
Dulu Guru SD saya menjelaskan bahwa air itu berputar, mempunyai siklus yang melingkar. Air yang ada di permukaan bumi, di laut menguap kemudian menjadi awan. Awan di langit terkena udara dingin dan terjadilah titik-titik air. kejadian ini dinamakan kondensasi. Karena jumlah titik-titik air sangat banyak maka awan tidak mampu lagi menahannya. Turunlah hujan. Hujan di gunung, hujan membasahi tanah, terserap ke dalam tanah. Dari dalam tanah muncullah mata air di berbagai tempat. mata air yang satu dengan yang lain yang berdekatan berkumpul menjadi kali-kali kecil yang kemudian menjadi sungai yang besar dan bermuara ke laut. Air tanah juga bisa diambil dengan cara membuat sumur atau bor dengan kedalaman tertentu.
Penguapan bisa terjadi pada tumbuhan, cucian baju rumah tangga, sungai dan laut. Uap air terbang ke langit jadilah awan dan begitu seterusnya.
Dulu Guru SD saya menjelaskan bahwa air itu berputar, mempunyai siklus yang melingkar. Air yang ada di permukaan bumi, di laut menguap kemudian menjadi awan. Awan di langit terkena udara dingin dan terjadilah titik-titik air. kejadian ini dinamakan kondensasi. Karena jumlah titik-titik air sangat banyak maka awan tidak mampu lagi menahannya. Turunlah hujan. Hujan di gunung, hujan membasahi tanah, terserap ke dalam tanah. Dari dalam tanah muncullah mata air di berbagai tempat. mata air yang satu dengan yang lain yang berdekatan berkumpul menjadi kali-kali kecil yang kemudian menjadi sungai yang besar dan bermuara ke laut. Air tanah juga bisa diambil dengan cara membuat sumur atau bor dengan kedalaman tertentu.
Penguapan bisa terjadi pada tumbuhan, cucian baju rumah tangga, sungai dan laut. Uap air terbang ke langit jadilah awan dan begitu seterusnya.
Langganan:
Postingan (Atom)