saya tidak mau ngaku dulu dengan apa yang sedang saya kerjakan saat ini. Biar kalian menebaknya sendiri, semoga saja benar. Gampang kok.
Bagaimana kondisi pekerjaanmu?
Dibilang susah ya enggak juga, dibilang mudah kok mumet.
Pertanyaan dan jawaban sama-sama klise, gak jelas. Setiap hari mengurusi angka yang tiada habisnya. Hanya sedikit sekali huruf-huruf yang bisa terbaca. Dari puluhan file yang terbuka di monitor, file yang berisi bacaan hanya 2 atau 3 file saja, MS word dan MS power point. Sisanya MS Excel dari berbagai sumber yang harus diolah sedemikian rupa agar tidak memusingkan orang.
Tampilkan postingan dengan label pabrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pabrik. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 Maret 2015
Kamis, 22 Januari 2015
Nyetir
Sebagai seorang penunggang kuda besi alias biker, jalan raya adalah makanan sehari-hari. Jalan raya basah atau kering tetap saja dilalui demi sebongkah nasi dan sesendok berlian. Meski beberapa saat harus melahap juga jalan kampung, jalan makadam, jalan martabak, atau jalan tikus. Ngomong-ngomong siapa yang pernah lihat kuda besi makan tikus?
Berangkat dan pulang kerja, trek kalimalang selalu menjadi idola bagi motor. Jalan yang lurus dan relatif tidak bergelombang. Sangat cocok untuk para biker seperti saya. Meski harus bertarung dengan mobil, pickup, truk, bis dan kontainer. Bayangkan, bentuk motor yang kecil begini kalau sudah bersanding dengan monster jalanan ya ciyut juga nyalinya. Tapi kalau sudah konvoi dengan banyak motor, bisa merajai jalanan. Pemotor ramai-ramai dengan persamaan nasib, berangkat kerja demi hari nanti, pulang kerja demi anak istri Eeyaaa
Selasa, 13 Januari 2015
Produktivitas
Jika suatu saat anda mempunyai pabrik sendiri (saya doakan pembaca di sini semua mempunyai pabrik sendiri, Amiin) pasti akan mendapatkan pertanyaan tentang kemampuan atau kapasitas produksi pabriknya. Hal ini sangat penting untuk customer agar mereka bisa memperkirakan jumlah pemesanan dan waktu tunggu hingga barangnya selesai.
"Beli tempenya 3 keranjang, kapan jadinya?" Begitu pertanyaan yang sering didapatkan oleh pemilik pabrik.
Pemilik pabrik tidak serta merta tahu berapa kemampuan produksi pabriknya karena beliau tidak menghitung secara langsung kejadian di proses produksi. Pasti beliau akan menanyakan kepada bawahannya secara berantai. Saya sebagai salah satu mandor di pabrik ini harus tahu bagaimana menjawab pertanyaan tersebut.
Senin, 24 November 2014
Naik Gaji
Terima kasih telah datang
Bisa pemrograman robot?
Tidak
Bisa ngitung arus dan tegangan?
Tidak tahu pak
Bisa menggambar teknik?
Tidak bisa pak
Bisa ngelas, nyambung listrik, nyolder?
Engg ...
Bisa MS Word?
Tidak
MS Excel?
tidak
trus isamu ki opo?
Saya bisa kerja pak. Suruh saya apa saja nanti saya sambil belajar.
Gajinya UMK kan pak.
"Mas Mandor, gimana nih?"
Dengan tenang saya jawab begini "Kami akan memberimu uang jalan selama 1 bulan di awal bulan. Jadilah sales produk perusahaan kami. Jika kamu mencapai target penjualan, maka bonus batas target itu adalah UMK bagimu. Bahkan kami akan membayarmu 35 juta per bulan asalkan kamu memastikan penjualan perusahaan ini 90 milyar per bulan. Ingat, jika dalam 1 bulan masa percobaan gagal, bulan berikutnya tidak usah balik lagi ke sini."
Bisa pemrograman robot?
Tidak
Bisa ngitung arus dan tegangan?
Tidak tahu pak
Bisa menggambar teknik?
Tidak bisa pak
Bisa ngelas, nyambung listrik, nyolder?
Engg ...
Bisa MS Word?
Tidak
MS Excel?
tidak
trus isamu ki opo?
Saya bisa kerja pak. Suruh saya apa saja nanti saya sambil belajar.
Gajinya UMK kan pak.
"Mas Mandor, gimana nih?"
Dengan tenang saya jawab begini "Kami akan memberimu uang jalan selama 1 bulan di awal bulan. Jadilah sales produk perusahaan kami. Jika kamu mencapai target penjualan, maka bonus batas target itu adalah UMK bagimu. Bahkan kami akan membayarmu 35 juta per bulan asalkan kamu memastikan penjualan perusahaan ini 90 milyar per bulan. Ingat, jika dalam 1 bulan masa percobaan gagal, bulan berikutnya tidak usah balik lagi ke sini."
Label:
buruh,
demo,
naik gaji,
pabrik,
perjuangan,
sehari hari,
UMK,
UMP 2015,
UMR
Jumat, 03 Oktober 2014
Maksudnya apa (2)
Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan saya beberapa bulan silam. Bisa dilihat di sini Maksudnya apa
--***---
Bahkan saya sendiri pun masih belum mengerti dengan pertanyaan ini. Setelah saya ngomong di depan kelas selama 2 jam menjelaskan konsep six sigma, ada pertanyaan dari seseorang yang di belakang.
"Pak, dari semua uraian tadi itu maksudnya apa?"
Saya kaget bukan kepalang. Ini pertanyaan maksudnya apa? Maksud dari pelajaran hari ini ya yang saya katakan selama 2 jam tadi itu. Saya menjelaskan teori-teori dan penghitungan data statistik untuk membatu pengambilan keputusan. Maksud saya sudah saya jelaskan dalam pelajaran tadi.
Apakah saya harus meringkat kata-kata dan slide tadi dengan beberapa kalimat saja? Gak mungkin, lha wong saya ngomong selama itu saja kamu gak ngerti, apalagi disingkat dalam beberapa kalimat saja.
--***---
Bahkan saya sendiri pun masih belum mengerti dengan pertanyaan ini. Setelah saya ngomong di depan kelas selama 2 jam menjelaskan konsep six sigma, ada pertanyaan dari seseorang yang di belakang.
"Pak, dari semua uraian tadi itu maksudnya apa?"
Saya kaget bukan kepalang. Ini pertanyaan maksudnya apa? Maksud dari pelajaran hari ini ya yang saya katakan selama 2 jam tadi itu. Saya menjelaskan teori-teori dan penghitungan data statistik untuk membatu pengambilan keputusan. Maksud saya sudah saya jelaskan dalam pelajaran tadi.
Apakah saya harus meringkat kata-kata dan slide tadi dengan beberapa kalimat saja? Gak mungkin, lha wong saya ngomong selama itu saja kamu gak ngerti, apalagi disingkat dalam beberapa kalimat saja.
Selasa, 16 September 2014
PowerAnger
Mungkin menurut kita, seorang yang sering marah-marah di pabrik adalah orang yang menjengkelkan dan harus dihindari sejauh mungkin. Ada kesalahan sedikit, marah. Ada laporan kurang, langsung komplain. Ada kerjaan yang gak beres, hajar. Pokoknya semua hal yang gak sesuai dengan dia, langsung disikat tanpa ampun.
Bisa jadi seseorang itu adalah rekan kerja kita sendiri, atau bahkan atasan kita sendiri.
Maka semua hal yang berhubungan dengan dia, sebisa mungkin dikerjakan dengan sebaik-baiknya, dengan sebenar-benarnya. Begitu dibawa menghadap kepadanya, harus siap mental akan mendapatkan langit runtuh, hujan komplain, kurang ina inu, pokoknya marah. Gak ada hal yang lolos dari dia, pokoknya marah dulu baru kemudian didiskusikan apa maunya.
Pernahkah terpikir, bahwa rekan kerja atau atasan yang sering marah-marah itu kok dipertahankan oleh pabrik? Kenapa dia masih saja ada di pabrik. Padahal orang seperti itu bisanya hanya membuat stress yang lain saja, membuat orang jadi gak betah dengan kerjaannya masing-masing.
Bisa jadi seseorang itu adalah rekan kerja kita sendiri, atau bahkan atasan kita sendiri.
Maka semua hal yang berhubungan dengan dia, sebisa mungkin dikerjakan dengan sebaik-baiknya, dengan sebenar-benarnya. Begitu dibawa menghadap kepadanya, harus siap mental akan mendapatkan langit runtuh, hujan komplain, kurang ina inu, pokoknya marah. Gak ada hal yang lolos dari dia, pokoknya marah dulu baru kemudian didiskusikan apa maunya.
Pernahkah terpikir, bahwa rekan kerja atau atasan yang sering marah-marah itu kok dipertahankan oleh pabrik? Kenapa dia masih saja ada di pabrik. Padahal orang seperti itu bisanya hanya membuat stress yang lain saja, membuat orang jadi gak betah dengan kerjaannya masing-masing.
Selasa, 09 September 2014
Mentok
Pekerjaan yang diberikan kepada kita, sebisa mungkin diselesaikan dengan baik. Sukur-sukur tepat waktu atau lebih cepat sehingga masih ada kesempatan untuk didiskusikan lebih lanjut. Pekerjaan yang kita selesaikan itu seringkali digunakan sebagai data / acuan untuk laporan berikutnya. Seneng dong pas ketika laporan kita dipakai, digunakan dan diimplementasikan.
Nah, pekerjaan itu kan tidak selamanya mulus. Ada tingkat kesulitan masing-masing yang sebenernya tidak diketahui oleh bos. Bos tahunya beres. Beruntunglah jika rekan-rekan mempunyai bos yang bisa diajak berdiskusi tentang tugas yang diberikan. Namun seringnya yang saya temukan adalah, bos memberikan perintah dan deadline, dengan tambahan kata "pokoknya".
Maka tidak jarang saya temukan rekan-rekan yang ketika mengerjakan tugasnya mentok di tengah jalan. Tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Struktur program PLC nya error, data reject tidak logis, laporan presentasinya kosong, rumusan perhitungan hasil produksi tidak match, kehilangan kata-kata untuk dituliskan dalam laporan. Masalahnya ini kan pekerjaan sudah di tengah jalan, si bos sedang menunggu laporannya. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi bos ketika mendapatkan laporan "Nganu pak, saya stuck nggak bisa mikir lagi." Apa ndak digoreng ...
Nah, pekerjaan itu kan tidak selamanya mulus. Ada tingkat kesulitan masing-masing yang sebenernya tidak diketahui oleh bos. Bos tahunya beres. Beruntunglah jika rekan-rekan mempunyai bos yang bisa diajak berdiskusi tentang tugas yang diberikan. Namun seringnya yang saya temukan adalah, bos memberikan perintah dan deadline, dengan tambahan kata "pokoknya".
Maka tidak jarang saya temukan rekan-rekan yang ketika mengerjakan tugasnya mentok di tengah jalan. Tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Struktur program PLC nya error, data reject tidak logis, laporan presentasinya kosong, rumusan perhitungan hasil produksi tidak match, kehilangan kata-kata untuk dituliskan dalam laporan. Masalahnya ini kan pekerjaan sudah di tengah jalan, si bos sedang menunggu laporannya. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi bos ketika mendapatkan laporan "Nganu pak, saya stuck nggak bisa mikir lagi." Apa ndak digoreng ...
Selasa, 06 Mei 2014
Menikmati keringat sendiri
Suhu ruangan sangat panas, gerah sekali. Muka dibasuh dengan air pun dalam sekejap terasa berkeringat kembali. Padahal beberapa hari yang lalu sempat hujan deras, namun setelahnya, udara masih terasa gerah. Seragam serasa lengket dengan kulit, malah lebih baik bekerja di luar ruangan daripada di dalam ruangan.
Kondisi ini malah ditambah informasi kenaikan harga TDL. Otomatis pabrik langsung melakukan tindakan penghematan. Semua yang berpotensi pemborosan listrik sebisa mungkin dihilangkan untuk menurunkan pemakaian daya. Bahkan pengguaan AC ruangan dipasang timer yang lebih pendek untuk membatasi pemakaian. Para karyawan hanya bisa protes, sedangkan jajaran pengelola pabrik sedang berpikir keras mencari jalan agar pabrik bisa terus berjalan dan selalu menghasilkan.
Udara sedang gerah, menurut pengamatan orang-orang sih katanya sedang ada ganti musim. Gak siang gak malam tetap saja panas gerah. Katanya orang sih, saya tidak mengerti betul tentang fenomena alam seperti ini, biar orang yang berkompeten saja yang menjelaskan kejadian alam seperti ini.
Kondisi ini malah ditambah informasi kenaikan harga TDL. Otomatis pabrik langsung melakukan tindakan penghematan. Semua yang berpotensi pemborosan listrik sebisa mungkin dihilangkan untuk menurunkan pemakaian daya. Bahkan pengguaan AC ruangan dipasang timer yang lebih pendek untuk membatasi pemakaian. Para karyawan hanya bisa protes, sedangkan jajaran pengelola pabrik sedang berpikir keras mencari jalan agar pabrik bisa terus berjalan dan selalu menghasilkan.
Udara sedang gerah, menurut pengamatan orang-orang sih katanya sedang ada ganti musim. Gak siang gak malam tetap saja panas gerah. Katanya orang sih, saya tidak mengerti betul tentang fenomena alam seperti ini, biar orang yang berkompeten saja yang menjelaskan kejadian alam seperti ini.
Senin, 14 April 2014
Beres Pak
Seorang pelatih sepakbola akan berteriak-teriak di pinggir lapangan agar pertandingan berjalan sesuai dengan arahan yang dimaksud. Sedangkan kapten kesebelasan, mempunyai bahasa sendiri dalam mengkoordinir rekan-rekannya di lapangan. Sebisa mungkin sang kapten tidak bicara dalam berkomunikasi. Kapten hanya menggunakan gerakan tangan, goyangan tubuh, gerakan kaki, bahkan pandangan mata digunakan juga dalam mengatur serangan dan pertahanan. Pelatih dan kapten mempunyai bahasa komunikasi yang berbeda, untuk sebuah tujuan kemenangan.
Tukang parkir akan berteriak-teriak untuk mengatur mobil yang berjalan mundur. Beda dengan truk kontainer, teriakan dari belakang tidak akan terdengar oleh supir. Kalah dengan suara mesinnya. Sopir kontainer hanya melihat tangan tukang parkirnya. Terbuka, mengepal, njempol, goyang kiri kanan sebagai tanda arah kemudi harus kemana. Beda lagi dengan tukang parkir pesawat terbang, harus menggunakan bendera atau lampu panjang dengan kode khusus.
Tukang parkir akan berteriak-teriak untuk mengatur mobil yang berjalan mundur. Beda dengan truk kontainer, teriakan dari belakang tidak akan terdengar oleh supir. Kalah dengan suara mesinnya. Sopir kontainer hanya melihat tangan tukang parkirnya. Terbuka, mengepal, njempol, goyang kiri kanan sebagai tanda arah kemudi harus kemana. Beda lagi dengan tukang parkir pesawat terbang, harus menggunakan bendera atau lampu panjang dengan kode khusus.
Senin, 24 Maret 2014
Dipanggil Bos
Senangkah saat anda dipanggil bos?
Saya punya 2 persepsi dengan kalimat di atas :
Pertama, Senangkah anda dipanggil bos ? --> "Anda" disini sudah jadi pemimpin, kemudian bawahan memanggil kita dengan sebutan bos. Pembahasan bergulir dari situ.
Kedua, Senangkah anda (ketika) dipanggil (oleh) bos ? --> "Anda" disini masih berposisi sebagai karyawan, sebagai bawahan.
Persepsi pertama, mungkin hanya diketahui oleh para bos, oleh para pemimpin. Ada yang merasa risih dengan panggilan ini "Ah, kita ini sama saja, sama-sama kerja." Ada yang kemaruk dengan panggilan ini. Meskipun tidak secara nyata mengucapkan hal itu, seringkali pemimpin ini menunjukkan kekuasaannya "Aku ini atasanmu!" Yang sekarang jadi pemimpin, silakan bagi-bagi pengalaman tentang panggilan ini. Saya ndak mbahas yang ini.
Saya punya 2 persepsi dengan kalimat di atas :
Pertama, Senangkah anda dipanggil bos ? --> "Anda" disini sudah jadi pemimpin, kemudian bawahan memanggil kita dengan sebutan bos. Pembahasan bergulir dari situ.
Kedua, Senangkah anda (ketika) dipanggil (oleh) bos ? --> "Anda" disini masih berposisi sebagai karyawan, sebagai bawahan.
Persepsi pertama, mungkin hanya diketahui oleh para bos, oleh para pemimpin. Ada yang merasa risih dengan panggilan ini "Ah, kita ini sama saja, sama-sama kerja." Ada yang kemaruk dengan panggilan ini. Meskipun tidak secara nyata mengucapkan hal itu, seringkali pemimpin ini menunjukkan kekuasaannya "Aku ini atasanmu!" Yang sekarang jadi pemimpin, silakan bagi-bagi pengalaman tentang panggilan ini. Saya ndak mbahas yang ini.
Jumat, 14 Maret 2014
Pertahanan diri
Ketika dimintai bantuan oleh teman. "Eh tolong bantuin saya dong, pegang kerjaan saya. besok saya mau cuti, liburan." Kira-kira apa jawaban anda? Mengelak? pastinya dalam hati sudah ada sebuah penolakan sebelum apa-apanya yang terucap. Hati sudah pasang tameng buat sesuatu untuk menolaknya. "Waduh, gimana yaaa?" sambil garuk-garuk kepala tidak gatal. Apalagi kalau ada sebuah tuduhan, serangan, atau apalah anda menyebutnya, ditujukan kepada seseorang, tentu saja reaksi pertama adalah pertahanan diri.
"Eh, kamu ngambil uangku ya?" Benar atau salah, jawaban yang mungkin adalah "Enak aja kalau nuduh, apa buktinya?"
Secara naluri, siapapun orangnya ketika mendapat serangan pasti akan bertahan atau menghindar. Begitu pula dalam meeting-meeting, pertemuan, perkumpulan, bahkan ruang sidang. Sangat jarang sekali orang yang begitu pasrah menerima apa yang dituduhkan, apa yang didakwakan. Sebisa mungkin jawab untuk menghindar.
"Eh, kamu ngambil uangku ya?" Benar atau salah, jawaban yang mungkin adalah "Enak aja kalau nuduh, apa buktinya?"
Secara naluri, siapapun orangnya ketika mendapat serangan pasti akan bertahan atau menghindar. Begitu pula dalam meeting-meeting, pertemuan, perkumpulan, bahkan ruang sidang. Sangat jarang sekali orang yang begitu pasrah menerima apa yang dituduhkan, apa yang didakwakan. Sebisa mungkin jawab untuk menghindar.
Senin, 10 Maret 2014
Wawancara 2
Dalam sebuah wawancara terkadang ditemukan pertanyaan yang tidak berkaitan dengan apa yang sedang dibicarakan.Anda mungkin pernah mendengar atau mengalami pertanyaan-pertanyaan berikut :
"Gunung atau pantai?"
"Why are manhole covers round?"
"Ada berapa kucing di Jakarta?"
"Bagaimana Anda menimbang seekor Gajah tanpa Menggunakan Mesin Penimbang?"
"Apakah anda melihat sesuatu saat anda berjalan dari lobi ke ruang ini?"
Apakah pertanyaan ini pertanyaan jebakan? tidak. Pertanyaan di atas bukan jebakan karena tidak ada jawaban benar atau salah. Sebuah wawancara yang baik membutuhkan lebih dari sekedar pertanyaan data. Pertanyaan yang cerdas diarahkan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam terhadap kandidat serta kebiasaaan perilaku sesuai dengan yang diinginkan.
"Gunung atau pantai?"
"Why are manhole covers round?"
"Ada berapa kucing di Jakarta?"
"Bagaimana Anda menimbang seekor Gajah tanpa Menggunakan Mesin Penimbang?"
"Apakah anda melihat sesuatu saat anda berjalan dari lobi ke ruang ini?"
Apakah pertanyaan ini pertanyaan jebakan? tidak. Pertanyaan di atas bukan jebakan karena tidak ada jawaban benar atau salah. Sebuah wawancara yang baik membutuhkan lebih dari sekedar pertanyaan data. Pertanyaan yang cerdas diarahkan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam terhadap kandidat serta kebiasaaan perilaku sesuai dengan yang diinginkan.
Kamis, 06 Maret 2014
Pemilihan
Kondisi pabrik selalu dinamis. Ada yang keluar, ada yang menggantikan. Bahwa yang berprestasi kemungkinan akan naik kelas menjadi pemimpin dari mereka-mereka.
Sekali waktu saya diminta untuk menjadi bagian dari pemilihan ini. Pemilihan di sini adalah semacam jalan untuk pengangkatan level dari operator menjadi leader. Yang menarik adalah, bagaimana cara seleksinya, kriterianya apa saja.
Saya gak punya pedoman khusus dalam memilih leader ini. Yang penting dia bisa bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan dan mampu memimpin anak-anak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Sekali waktu saya diminta untuk menjadi bagian dari pemilihan ini. Pemilihan di sini adalah semacam jalan untuk pengangkatan level dari operator menjadi leader. Yang menarik adalah, bagaimana cara seleksinya, kriterianya apa saja.
Saya gak punya pedoman khusus dalam memilih leader ini. Yang penting dia bisa bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan dan mampu memimpin anak-anak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Sabtu, 22 Februari 2014
maksudnya apa
Ada ungkapan yang memang tidak bisa dimengerti. Ada juga ungkapan yang tidak peduli pendengarnya mengerti atau tidak. Ada juga ungkapan yang diharapkan pendengarnya mengerti maksudnya tapi malah salah terima. Ada juga yang salah persepsi sehingga fatal akibatnya.
Kita ini dididik untuk selalu, saya ulangi, selalu mengartikan setiap kata yang muncul dari seseorang. Dan kadang kala perkataan kita malah ditanyakan apa maksudnya, padahal sudah jelas-jelas ya maksudnya ya yang dikatakan itu.
Apa susahnya sih berbicara apa adanya, tanpa maksud tersembunyi, tanpa maksud dibalik pernyataan-pernyataan yang dibuat. Agar tidak membingungkan pendengar maupun pengucap.
Kita ini dididik untuk selalu, saya ulangi, selalu mengartikan setiap kata yang muncul dari seseorang. Dan kadang kala perkataan kita malah ditanyakan apa maksudnya, padahal sudah jelas-jelas ya maksudnya ya yang dikatakan itu.
Apa susahnya sih berbicara apa adanya, tanpa maksud tersembunyi, tanpa maksud dibalik pernyataan-pernyataan yang dibuat. Agar tidak membingungkan pendengar maupun pengucap.
Rabu, 12 Februari 2014
Butuh 1 orang
Bagaimana kriterianya mempercayai orang? Ketika seseorang melontarkan sebuah ide, ada dua kemungkinan, disetujui dengan atau tanpa syarat, atau ditolak. Dalam hal ini jelas, bahwa ide yang dengan mudah disetujui muncul dari orang-orang yang punya kemampuan, keahlian di bidangnya atau orang yang punya kuasa atas sesuatu. Dan ide yang tertolak, adalah ide dari orang-orang biasa yang tidak pernah tersentuh oleh pendengar-pendengar. Sehebat apapun idenya.
Bagi orang yang ahli, keluasan pengalamannya menjadi rujukan pengeluaran ide tersebut. Seorang ahli musik misalnya, ketika mendengar sebuah reka-reka lagu baru kemudian berucap "Coba chord nya diubah menjadi G C Dm kemudian ke F, suaramu mengikuti larinya chord dan resapi. Semoga cocok dengan syairnya." Maka saran tersebut akan dengan mudah diikuti, karena yang ngomong adalah Anang Hermansyah. Atau seorang presiden direktur umpamanya "Itu daerah Bandung,
bangun saja 3 pabrik cabang. Pasarnya bagus."
Ucapannya langsung dituruti, langsung jadi. Gak peduli intuisinya benar atau tidak, kalau yang ngomong adalah presdir ya laksanakan.
Bagaimana nasib ide dari orang-orang biasa, seperti saya misalnya? Bahwa kemungkinan ide disetujui itu kecil sekali. bagaimana menyikapinya?
Bagi orang yang ahli, keluasan pengalamannya menjadi rujukan pengeluaran ide tersebut. Seorang ahli musik misalnya, ketika mendengar sebuah reka-reka lagu baru kemudian berucap "Coba chord nya diubah menjadi G C Dm kemudian ke F, suaramu mengikuti larinya chord dan resapi. Semoga cocok dengan syairnya." Maka saran tersebut akan dengan mudah diikuti, karena yang ngomong adalah Anang Hermansyah. Atau seorang presiden direktur umpamanya "Itu daerah Bandung,
bangun saja 3 pabrik cabang. Pasarnya bagus."
Ucapannya langsung dituruti, langsung jadi. Gak peduli intuisinya benar atau tidak, kalau yang ngomong adalah presdir ya laksanakan.
Bagaimana nasib ide dari orang-orang biasa, seperti saya misalnya? Bahwa kemungkinan ide disetujui itu kecil sekali. bagaimana menyikapinya?
Senin, 10 Februari 2014
Ruang mencekam!
Apalagi ya yang harus aku persiapkan? Data hasil produksi selama sehari, seminggu kemarin sudah di tangan. Kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang muncul sudah aku persiapkan jawabannya. Intinya aku harus selamat pada jam-jam tegang itu.
Memasuki ruang meeting benar-benar tertib. Tertib waktu maksudnya.
Kalau sampai ada yang terlambat masuk ruangan, bisa digoreng di tempat, bisa-bisa malah tidak jadi meeting akibat proses penggorengan itu. Aku tidak tahu, apakah harus dengan begini agar orang-orang bisa benar-benar tertib waktu, menghargai waktu sehingga jadwal bisa berjalan tanpa molor.
Memasuki ruang meeting benar-benar tertib. Tertib waktu maksudnya.
Kalau sampai ada yang terlambat masuk ruangan, bisa digoreng di tempat, bisa-bisa malah tidak jadi meeting akibat proses penggorengan itu. Aku tidak tahu, apakah harus dengan begini agar orang-orang bisa benar-benar tertib waktu, menghargai waktu sehingga jadwal bisa berjalan tanpa molor.
Selasa, 04 Februari 2014
Closing
Alhamdulillah sudah keluar dari dari yang namanya akhir bulan. Setiap akhir bulan selalu disibukkan dengan sejumlah angka yang ruwet dan susah sekali untuk diturut asal-usulnya.
Jadi ini ceritanya curhat ya, yang mau muntah silakan, mumpung saya sekarang narsis.
Sejak berpindah bagian di pabrik ini, ternyata pekerjaan yang dipegang benar-benar berubah secara drastis. Yang biasanya saya lihai membuat laporan dalam bentuk slide maupun cerita, sekarang laporannya dalam bentuk angka. Yang biasanya pegang Power Point dan Word, sekarang pegang Excel dan ERP. Yang biasanya bekerja dengan daya khayal tingkat tinggi, sekarang mengharuskan ketelitian tingkat tinggi. Tingginya seberapa?
Jadi ini ceritanya curhat ya, yang mau muntah silakan, mumpung saya sekarang narsis.
Sejak berpindah bagian di pabrik ini, ternyata pekerjaan yang dipegang benar-benar berubah secara drastis. Yang biasanya saya lihai membuat laporan dalam bentuk slide maupun cerita, sekarang laporannya dalam bentuk angka. Yang biasanya pegang Power Point dan Word, sekarang pegang Excel dan ERP. Yang biasanya bekerja dengan daya khayal tingkat tinggi, sekarang mengharuskan ketelitian tingkat tinggi. Tingginya seberapa?
Langganan:
Postingan (Atom)