Senin, 14 April 2014

Beres Pak

Seorang pelatih sepakbola akan berteriak-teriak di pinggir lapangan agar pertandingan berjalan sesuai dengan arahan yang dimaksud. Sedangkan kapten kesebelasan, mempunyai bahasa sendiri dalam mengkoordinir rekan-rekannya di lapangan. Sebisa mungkin sang kapten tidak bicara dalam berkomunikasi. Kapten hanya menggunakan gerakan tangan, goyangan tubuh, gerakan kaki, bahkan pandangan mata digunakan juga dalam mengatur serangan dan pertahanan. Pelatih dan kapten mempunyai bahasa komunikasi yang berbeda, untuk sebuah tujuan kemenangan.
Tukang parkir akan berteriak-teriak untuk mengatur mobil yang berjalan mundur. Beda dengan truk kontainer, teriakan dari belakang tidak akan terdengar oleh supir. Kalah dengan suara mesinnya. Sopir kontainer hanya melihat tangan tukang parkirnya. Terbuka, mengepal, njempol, goyang kiri kanan sebagai tanda arah kemudi harus kemana. Beda lagi dengan tukang parkir pesawat terbang, harus menggunakan bendera atau lampu panjang dengan kode khusus.

Selasa, 08 April 2014

Pulanglah Nak

Pulang dulu nak, sini
Ibu sudah menyiapkan kasurmu
Sudahlah, istirahat dulu main-mainnya
Kamu sudah capek tapi gak ngerasa capek
Sini istirahatlah

Pulanglah nak
Sudahi dulu mengejar-ngejar layangan putus itu
Istirahatlah
Berhentilah
Berhentilah sejenak mengejar setoran, mengejar target produksi, mengejar penjualan, mengejar customer, mengejar uang, mengejar entah apapun namanya itu
Biarkan ibumu ini mengusap kepalamu sejenak
Di dalam tidurmu

Pulanglah nak
Ibu tahu kamu sedang senang-senangnya berlarian
Terpanggang matahari dengan wajah merah hitam
Kamu sudah capek sudah waktunya makan dan istirahat
Ibu yang sudah bersamamu di waktu kecil sudah hafal denganmu
Ibu tahu betul itu,
meski kamu sudah besar kamu tetap anak ibu

Kamu itu lapar sekali dan kamu tidak menyadarinya
Entah kamu masih ingat atau tidak
Ketika kamu pulang itu, ibu menyuapimu
Tanpa sadar kamu membuka mulut, makan
Sambil tertawa riang dengan berceloteh tentang lari-larian barusan
Tanpa sadar membuka mulut, minum
Menghabiskan air putih segelas penuh ukuran besar
Padahal kamu itu susah sekali makan

Pulanglah nak
Ibu tahu betul kamu itu gelisah sekali
Dan kamu tidak menyadarinya dan tidak mau menyadarinya
Ada kepedihan diam-diam di sudut hatimu
Yang sebenarnya kau simpan rapat-rapat
Namun ingin kau ceritakan suatu saat kelak kepada seseorang

Sini pulanglah nak
Segera ceritakan apa itu di rumah sini bersama ibu
Ibu sudah menyediakan telaga cinta pembalut luka
beserta kasur dan sprei tertata rapi menyambutmu

Kamis, 03 April 2014

Pas-pasan

Liburan akhir bulan sudah usai,sekarang kembali kerja lagi. Eh ngomong-ngomong soal weekend kemarin, saya malah diharuskan masuk oleh pabrik. Semua karyawan libur, anak-anak libur, hanya orang-orang yang berkepentingan dengan penghitungan saja yang masuk. Ngitung agar semuanya pas. Kalau ada kekurangan dan kelebihan penghitungan harus dicari dan dilakukan pembetulan agar pas.
Saya berangkat kerja di saat tetangga-tetangga kiri kanan menikmati libur panjang mereka. Ada yang melihat dengan mata penuh berbinar "semangat banget kerjanya mas, tanggalnya hitam semua". Ada yang melihat dengan mata mengejek "Mendingan tidur aja di rumah mas". Ah mungkin itu hanya perasaan saya saja. (curcol lagi)

Pagi ini saya sarapan di warung mbok Djum. Sebelum masuk kerja saya nangkring dulu. Secangkir kopi terhidang di depanku tanpa kuminta. Kopi ini seperti sebuah kebiasaan rutin tanpa kuminta. Awal bulan ini gajian sudah turun, sudah diterima artinya sudah pegang uang untuk mbayar ini itu. Saya raih buku catatan utang harian yang ada di atas lemari kaca itu. Maklum, masih termasuk kaum buruh yang uangnya tergantung dengan gaji yang diterima di awal bulan. Kucermati catatan-catatan utang yang kutulis sendiri di buku itu, wah ternyata banyak juga yah.

Senin, 24 Maret 2014

Dipanggil Bos

Senangkah saat anda dipanggil bos?

Saya punya 2 persepsi dengan kalimat di atas :
Pertama, Senangkah anda dipanggil bos ? --> "Anda" disini sudah jadi pemimpin, kemudian bawahan memanggil kita dengan sebutan bos. Pembahasan bergulir dari situ.
Kedua, Senangkah anda (ketika) dipanggil (oleh) bos ? --> "Anda" disini masih berposisi sebagai karyawan, sebagai bawahan.

Persepsi pertama, mungkin hanya diketahui oleh para bos, oleh para pemimpin. Ada yang merasa risih dengan panggilan ini "Ah, kita ini sama saja, sama-sama kerja." Ada yang kemaruk dengan panggilan ini. Meskipun tidak secara nyata mengucapkan hal itu, seringkali pemimpin ini menunjukkan kekuasaannya "Aku ini atasanmu!" Yang sekarang jadi pemimpin, silakan bagi-bagi pengalaman tentang panggilan ini. Saya ndak mbahas yang ini.

Ilmu Manfaat

Ilmu bisa dipelajari di mana-mana. Di bangku sekolah, di madrasah, di pondok pesantren, di perkumpulan-perkumpulan, di seminar, di pasar, di alam raya ini semuanya ada ilmunya yang bisa dipelajari.  Dari sekian banyak ilmu yang didapat, berapakah yang benar-benar dilaksanakan? Apakah ilmu tersebut mengubah tindakan?
Maka status fesbuk saya update sebagai berikut:

"Buah dari ilmu bukanlah pengetahuan, melainkan tindakan. Pengetahuan yang luas tanpa tindakan, masih belum berguna ilmunya."
Mar 4