Selasa, 06 Mei 2014

Menikmati keringat sendiri

Suhu ruangan sangat panas, gerah sekali. Muka dibasuh dengan air pun dalam sekejap terasa berkeringat kembali. Padahal beberapa hari yang lalu sempat hujan deras, namun setelahnya, udara masih terasa gerah. Seragam serasa lengket dengan kulit, malah lebih baik bekerja di luar ruangan daripada di dalam ruangan.

Kondisi ini malah ditambah informasi kenaikan harga TDL. Otomatis pabrik langsung melakukan tindakan penghematan. Semua yang berpotensi pemborosan listrik sebisa mungkin dihilangkan untuk menurunkan pemakaian daya. Bahkan pengguaan AC ruangan dipasang timer yang lebih pendek untuk membatasi pemakaian. Para karyawan hanya bisa protes, sedangkan jajaran pengelola pabrik sedang berpikir keras mencari jalan agar pabrik bisa terus berjalan dan selalu menghasilkan.

Udara sedang gerah, menurut pengamatan orang-orang sih katanya sedang ada ganti musim. Gak siang gak malam tetap saja panas gerah. Katanya orang sih, saya tidak mengerti betul tentang fenomena alam seperti ini, biar orang yang berkompeten saja yang menjelaskan kejadian alam seperti ini.


Siang ini makan di mana? sudah terpanggang di dalam ruangan masak mau makan di ruangan pula, pastinya tambah gerah lagi. Rekan-rekan pun mengajak makan di luar. Ya itung-itung sebagai pembalasan kerja berada dalam kondisi gerah.

Seperti status saya kemarin itu, saya sempat terkejut dengan jawaban rekan saya "Apa enaknya makan pedes di ruangan ber AC?" Logika awal adalah makan pedes pasti kepanasan tubuhnya. Butuh ruangan dingin untuk menetralkan suhu tubuh. Apalagi dengan kondisi cuaca yang panasnya tidak biasa seperti hari-hari ini.
Setelah saya masuk suasana malah lebih menyeramkan, puanasss, hanya ada kipas angin di pojokan ruangan dan di langit-langit, air kobokan disediakan terlebih dahulu sebelum apapun dihidangkan. Minuman pun masih sempat-sempatnya ditawari es teh panas ... eh maksudnya es teh atau teh panas. Ini suasana panas, makanan juga berjudul sambel ini sudah pasti pedess.

Namun setelah selesai makan, kok ndilalah tubuh jadi berkeringat dan suhu tubuh berangsur-angsur menjadi dingin. Kipas angin menetraslisir udara di dalam ruangan. Udara di luar terasa lebih dingin dan lebih bisa dinikmati daripada udara di dalam ruangan/. Air putih pun terasa sangat nikmat.

Salah satu kenikmatan adalah beristirahat sejenak setelah bekerja keras, mengganti keringat dengan segelas air putih. Menggambar rencana-rencana di waktu rehat, diantara pekerjaan yang menumpuk yang habisnya entah kapan.

Terkadang menikmati keringat itu lebih nikmat daripada menikmati hasil keringat itu sendiri.

15 komentar:

  1. seringkali kita menyangka dengan memberikan kesimpulan yang negatif dan menyengsarakan terhadap perkara-perkara yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Padahal, dengan itu justru banyak pula hal tak terduga yang justru memberikan kenyamanan positig setelah kita lalui.

    Sugeng enjing Kang Mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh keliru make akun, seharusnya yang ini
      ah ndak apa-apa sekalian promo

      Hapus
  2. Hihi ngebayangin keringatnya kotos2. Hahahaha

    BalasHapus
  3. Mbayangke keringete kotos2 Hahahaha

    BalasHapus
  4. nikmatnya banjir keringat karena sauna karya....lah di saat lain harus bayar tuk berkeringat semisal fitnes atau sauna paksa nggih Bang mandor.
    Salam

    BalasHapus
  5. yang jelas berkeringat itu sehat ....

    BalasHapus
  6. Ending kalimatnya ini bikin mikir mikir mas :)

    BalasHapus
  7. berani keringatan itu kan baik :)

    BalasHapus
  8. Apalagi kalau keringatnya sejagung2 ya, Mas. :D

    BalasHapus
  9. aduh bang,
    Abis baca postingan ini kenapa jadi perasaan pengen makan bakso pake sambel yang banyak gini yah?
    *gampang terpengaruh*

    BalasHapus
  10. keringat kerja keras yang menghasilkan kesuksesan

    BalasHapus
  11. olahraga sambil usaha ya mas ^_^

    BalasHapus
  12. Tetep semangat bang mandor

    BalasHapus
  13. walau berkeringat tapi tetap semangat dan sehat selalu menyertai ^_^ salam

    BalasHapus

Ada komen, silahkan.
Mohon maaf jika tersandung Chapcha, setting saya sudah non-aktif tapi mungkin ini adalah kebijakan blogspot. Terima kasih