Senin, 06 Oktober 2014

Manusia Harimau

Saya menemukan kemiripan dengan jaman dahulu kala. Munculnya Ganteng Ganteng Serigala (GGS), disusul dengan Manusia Harimau, tidak lepas dari cerita-cerita orang tua di jaman dahulu. Cerita-cerita sandiwara radio, cerita silat, maupun cerita komik selalu muncul. Bahwa kehidupan sehari-hari sudah akrab dengan perubahan bentuk dari manusia menjadi hewan, atau paling tidak meniru gerak-gerik hewan untuk mempertahankan diri ataupun menyerang.

Manusia akan terlihat hebat, gagah kalau mempunyai kekuatan kulit seperti badak, mempunyai kekuatan sebesar gajah, mempunyai taring dan terkaman seperti harimau, mempunyai aura yang menyeramkan seperti serigala.
Dengan segala upaya, manusia memperlajari bagaimana caranya agar kulit sekuat badak, pukulan sekuat gajah, gerakan segesit harimau atau memangsa seperti serigala. Sungguh menyenangkan bagi seseorang tatkala dirinya bisa berubah menjadi hewan yang dituju itu. mempunyai jurus silat yang setara dengan kekuatan hewan yang dituju itu.


Beberapa tahun kemudian setelah teknologi layar kaca masuk, muncullah sebuah tayangan superhero. Lakon utama itu pertama-tama kalah dulu dalam sebuah pertarungan. Kemudian berubah wujudnya. Perubahan wujud ini bisa macam-macam. Perubahan ini semacam pergantian kostum, namun tidak menyamarkan pandangan, bahwa lakon kita itu sebenarnya berubah menjadi hewan. bisa belalang, singa, ikan hiu, naga, beruang atau apapun. Dengan perubahan wujud ini lakon kita bisa mengalahkan musuh.

Maka tidak heran, di ranah masyarakat kita sungguh sangat menerima adanya Ganteng Ganteng Serigala. Ceritanya memang sedikit dibuat mbulet, namun para pemirsa sudah siap. Karena perubahan manusia menjadi bentuk hewan sudah terakumulasi dari jaman saya kecil (saya sudah tua?) Mumpung sedang tren, muncul juga Manusia Harimau. Benar-benar hebat ya. Yang lagi ramai di dunia maya mungkin masih berkutat tayangan ini mendidik atau tidak, sinetron meracuni masyarakat, dsb dsb.

Apakah manusia itu lebih lemah daripada hewan? sehingga manusia harus mempunyai kekuatan-kekuatan seperti hewan itu, menjadi Manusia harimau misalnya. Kalau hanya kuat dan lemah mungkin iya.

Namun Tuhan Maha Besar. Manusia diberikan modal yang tiada duanya yang tidak dimiliki oleh hewan. Modal terbaik manusia itu adalah akal. Dengan akalnya, tidak hanya hewan yang bisa dikuasai, hewan macam apapun bisa dikalahkan dan tunduk oleh manusia. Bahkan alam dan segala isinya pun diserahkan pengelolaannya kepada manusia.

Jadi kesimpulan postingan ini, simpulkan sendiri.
Saya hanya menyarankan, jadilah manusia saja sambil bergitar sendiri lagu berikut :

Sarah Saputri - Aku dan Kamu Satu (OST Manusia Harimau)

[1]
                    Bm
Saatnya kata-kata
                     G
Tak perlu di ucapkan
           A
Hanyalah mata yang bicara
           E
Ceritakan rasa

[2]
                        G
Rasa tak ingin lepas
                     Bm
Rasa tak mau jauh
         A
Bersama dalam suka duka cinta

[3]
                G       D
Aku dan kamu satu
      A
Didalam kata cinta
                G      D
Aku dan kamu utuh
       A
Takkan terpisahkan

[4]
            G            Bm
Walau badai menerjang
           A
Bumi terbelah menjadi dua
            G          Bm
Tetap hati kan tenang
            A
Kan tenang terus yakinkan
        G
Aku dan kamu satu

Int:

[5]
                  Bm
Dunia akan ada datangnya keraguan
          A
Menggoda hati untuk berpaling
         E
Mencari yang lain
                  G                                     Bm
Biasanya dia datang mengajak kita berperang
                  A                       E
Semua sayang tak akan menang

36 komentar:

  1. padahal manusia adalah makhluk yang paling mulia di antara semua ciptaan Tuhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar, manusia adalah sebaik-baiknya penciptaan makhluk. Maka lebih baik jadi manusia saja

      Hapus
    2. Manusia harus menyadari kemanusiawiannya teman agar ia menjadi seseorang yang lebih beraklak mulia yang hidupnya tertuju ke sorga.
      menang BERSAMA
      Hidup Adalah Perjuangan

      Hapus
  2. Mkasudnya manuasi jadi-jadian ya sob ?

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan hanya jadi-jadian, bahkan perilaku keseharian, jurus silat sampai untuk menakut-nakuti anak kecil pun kita menggunakan hewan.

      Salam juga

      Hapus
  3. Untuk menakut-nakuti tak malu pula 'kudhung lulang macan'
    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. lhaa dengan menggunakan kudhung lulang macan itu yang diharapkan adalah kewibawaan macan bisa turut serta dalam rangka menakut-nakuti hahahaha

      Hapus
  4. Walaupun Pak Mandor sdh tua pun....
    yang penting gak jadi GGS atau MH...��

    Sebenarnya setelah membaca postingan ini, pinginnya denger apa komentarnya Mbok Djum...
    (sambil menikmati lagu hadiah dr Pak Mandor)

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya diajak main sinetron bisa galau bunda. Lha wong isinya para remaja semua, saya kan masih remaja juga. xixixixi

      Hapus
  5. yang laku dijual memang fantasinya sih Bang kalo menurut saya, apapun yang jauh dari kehidupan sehari-hari biar orang punya sarana lari dari dunia nyata.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naah kalau sudah berhubungan dengan pasar, apapun bisa terjadi. Sesuatu yang bisa dijual banyak atau dengan harga mahal akan dilakukan meskipun kalau dipikir ternyata tidak mendapatkan apa-apa.
      Khayalan untuk tempat pelarian kadangkala memang dibutuhkan, namun porsinya haruslah sepadan, tidak overdosis.

      Hapus
  6. Aku belum ngeh tentang sinetron di sana mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekali-kali nonton sinetron ala indonesia mbak, biar terheran-heran kok bisa ya mbikin kayak gitu xixixixi

      Hapus
  7. saya berkunjung balik mas bro wkwkkw

    BalasHapus
  8. Aku belum pernah nonton sinetron2 itu sih bang,...
    jadi gak bisa banyak komentar...

    Yang aku sayangkan sih jam tayangnya itu lhooo...
    Kok prime time yang mana anak2 masih pada bangun yah...

    anak2 mah aku cekokin Disney aja lah...biar aman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin karena jualannya banyak, mungkin juga karena ratingnya tinggi. Tapi saya gak tahu pastinya. Prime time itu memang segala umur yang nonton

      Hapus
  9. Enggak suka dengan sinetron manusia harimau. Tapi, kalau GGS suka. Ganteng2 soale. :D

    Saya menikmati saja lah suguhan sinema elektronik itu. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekali-kali dilirik lah sinetron perusak bangsa itu, agar mbak idah tahu dimana letak kesalahannya hahahaha

      Hapus
  10. Saya belum pernah nonton GGS sih mas, tapi kalo liat iklannya, sepertinya sinetron itu maksudnya mengadaptasi serial Teen Wolf ya hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya sih mengadaptasi film yang ada di bioskop, twilight. Tapi jadinya kok sinetron, malah sekarang muncul saingannya Harimau. Pokoknya top dah hahaha

      Hapus
  11. ane sih jarang banget nonton sinetron gan, paling-paling ane suka nya serial ramayana antv gan, sindrom india kingdom gan hahaha

    salam kenal gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang sedang tren film India, pada gandrung semua. Bahkan sebentar lagi muncul sinetron nya juga wahahahaha pooknya gak mau kalah saingan

      Hapus
  12. manusia harimau ??? ga lah ,
    hehehehe,
    salam kenal ditunggu kunjungannya di blog ane sobb . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk selingan saja agar kita tahu dimana letak salahnya.
      Terima kasih telah berkunjung, kalau ada kesempatan saya berkunjung balik

      Hapus
  13. Enakan jadi manusia biasa ya Mas
    Bisa makan rawon dan nasi pecel
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu yang penting pakde. Jadi manusia normal kan masih enak kok malah jadi memirip-miripkan hewan.

      Hapus
  14. Kalau jaman dulu tahun 1990 an yang booming 7 manusia hariamau

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, 7 manusia harimau dianggap sebagai film laga yang keren waktu itu. dan itu langsung merasuk ke dalam hati para pemirsanya

      Hapus
  15. Saya nggak suka sinetron GGS. Saya suka cerita manusia realita kehidupan yang sebenarnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. film-film yang memotret kehidupan realita manusia sekarang sudah jarang dibuat. Film dibuat hanya untuk mengejar pemenuhan rating katanya

      Hapus
  16. eeh...duluuu rasanya saya pernah baca novel yg tokoh utamanya bisa berubah jd harimau... ehm, apa ya judulnyaa??? *penasaran...
    oya, baguskan soundtracknya ituu?*penasaran jilid dua....

    BalasHapus
  17. Kalo aku sukanya cuman "Tetangga Masa Gitu" di Net TV. Sinetron lain, termasuk yg india2an itu, saya skip :)

    BalasHapus
  18. hahahah kalo saya nonton apa aja yang ibu tonton wkwkwk

    BalasHapus

Ada komen, silahkan.
Mohon maaf jika tersandung Chapcha, setting saya sudah non-aktif tapi mungkin ini adalah kebijakan blogspot. Terima kasih