Rabu, 15 April 2015

Dibalik layar

Sebelum melakukan apapun, lebih baik dimulai dengan berdoa terlebih dahulu.















Masih ingat dengan Kelas Inspirasi postingan saya kemarin. Kali ini saya menulis di balik layarnya. Saya tergabung dalam kelompok 11, ternyata adalah kumpulan orang-orang hebat.Ini membuat saya minder, minder dalam segala hal. Ternyata masih ada orang yang lebih baik dari saya. maka saya pun melakukan sesuatu untuk menutupi rasa minder saya itu.

Saat briefing, pertama kumpul dan saling berkenalan dan pastinya saling tukar kontak. Dengan malu-malu saya mengakui tidak punya BBM what's up line kakao atau semacamnya. Saya hanya punya nomer HP dan akun fesbuk. Lha gimana lagi, benar-benar katrok sayanya. Padahal kan gampang banget buat instal paling tidak aplikasi sejuta umat BBM dan what's up. Ternyata tim saya tidak hanya berasal dari bekasi, ada yang dari Jakarta dan BSD, hadehhh.

Saya mencoba untuk inisiatif untuk meminta list nomer masing-masing anggota. Ada bebera orang yang tidak hadir, saya berharap nantinya pas hari H bisa ikut berpartisipasi. Selang beberapa hari, saya mencoba untuk menghubungi masing-masing anggota tim, terutama anggota yang tidak hadir saat briefing. Alhamdulillah sudah mendapatkan kabar. Dari 11 orang relawan, 3 orang sudah memastikan diri untuk mengundurkan diri.

Sejak kecil saya diajari oleh Pak Nur untuk memudahkan urusan orang lain. Makanya saya mencoba untuk memudahkan tim agar ketika hari H siap tanpa harus mengkhawatirkan persiapan-persiapan yang telah dilakukan. Saya mencoba untuk mengkoordinasikan dengan teman-teman tentang apa-apa yang dibutuhkan. Namun ternyata terkendala dengan komunikasi, BBM dan what's up. Akhirnya email tetap menjadi senjata terakhir saya untuk tetap berkoordinasi.

Saat melakukan survey lokasi dan melihat kondisi sekolah, semakin tahu bahwa sekolah dan anak-anak yang akan saya hadapi seperti ini. Diam-diam dalam hati saya sedikit gentar. "Tapi gak perlu lah, yang dihadapi anak-anak kok, gak ada yang perlu dicemaskan. Cukup berbaur sana dengan mereka nanti." Begitu pikir saya.

Saya harus tetap tenang dan tidak panik meskipun relawan berkurang. Diantara relawan, ada 2 orang cowok yang tersisa. Alhasil saya ditunjuk sebagai pembuka acara karena saya terlihat paling tua siap. Halah. Padahal di hati sudah dag dig dug apa yang nanti akan saya katakan di hadapan para siswa dan dewan guru secara bersamaan.

Sesuai dengan perintah ketua tim, saya sanggupi penunjukan ini. Semoga saya bisa membawakan pembukaan dengan baik. Pak Nur juga pernah berkata "Kamu harus jadi orang yang siap dengan segala hal. Kalau tidak bisa siap, berperilakulah seperti orang yang siap."
jadi ya gitu de, pokoknya saya tidak ingin mengecewakan teman-teman tim. Saya harus jadi orang yang bisa diandalkan dalam tim, karena masing-masing orang juga punya tugas masing-masing. Kalaupun ada masalah dan keluhan, saya siap untuk turun tangan membantu kekurangan yang ada. 

Menjelang hari H,tim dikejutkan dengan relawan pengajar yang mengundurkan diri lagi. Tidak tanggung-tanggung, 2 orang. Informasinya sangat mendadak, subuh baru dishare kabarnya. Saya berusaha untuk tetap tenang dan mengatur ulang jadwal yang sudah dibuat. Relawan pengajar tersisa 6 orang, masih cukup kok untuk segala kemungkinan terburuk. Tetap nikmati saja prosesnya. saya berusaha untuk membuat suasana tetap terkendali dan tidak ada yang panik. Atur ulang jadwal serta berkomunikasi dengan yang lain adalah kuncinya.

Dengan diawali dengan doa, alhamdulillah hari H berjalan dengan lancar. Saya merasa tidak tega, teman-teman yang berkunjung ke blog saya ini tanpa melihat foto-foto keseruan.

Dengan teknik yang sama ketika anda membaca postingan ini, silakan kembali ke postingan sebelumnya dan temukan link foto kegiatan Kelas Inspirasi Bekasi 2.

Terima kasih

32 komentar:

  1. Kelas Inspirasi.. sehari cuti, selamanya menginspirasi!
    Ah kangen pengen ikutan lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ikutan lagi dan bersenang-senang dengan mereka. Semoga bisa mengispirasi

      Hapus
  2. browserku error apa ya..?
    gambarnya cuma nongol yang pertama doang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Browsernya tidak ada masalah mas. memang sengaja begitu agar bisa terbaca tulisannya (dan menjadikan petunjuk pada postingan sebelumnya)

      Hapus
    2. howalah kirain...
      *dikerjain gua haha

      Hapus
    3. Karena saya gak pengen ketahuan hahahaha

      Hapus
  3. iya nih mas, kok cuma ada gambar 1 aja, dibawahnya gak ada tulisan atau gambar hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba dengan cara yang lain, di blok atau apa kek gitu supaya tulisannya terbaca. Memang agak ribet baca postingan yang ini, saya kan orangnya pemalu

      Hapus
    2. hahaha ada yang senasib ternyata
      horeeee...

      Hapus
    3. Temennya susah malah ikut senang. Senang senasib gak bisa baca postingan ini

      Hapus
  4. Bang Mandor yang manaaaa? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai ctrl + A beb buat baca postingan ini

      Hapus
    2. Pantesan, aku BW pakai HP blank. Ngga ada tulisannya. :D

      Hapus
    3. howalah semprul
      baru tau rahasianya, haha

      Hapus
    4. Kalau pas postingan kayak gini harus pakai cara khusus untuk membacanya

      Hapus
  5. Wah enak punya guru seperti itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, tapi sangat kurang waktunya kalau hanya sehari

      Hapus
  6. baru mampir, langsung pencet ctrl + A hehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naah ini baru benar cara bacanya, selamat yaa

      Hapus
  7. Demi liat posting Bang Mandor aku yg dari tadi siang view di hp akhirnya buka laptop juga...

    very smart :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara baru dalam menyembunyikan sesuatu yang hanya orang-orang tertentu saja yang diberi tahu (halah mbulet)

      Hapus
  8. Huaaa di tab piye Ctrl A nya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung pindah ke PC mbak bacanya

      Hapus
  9. Assalamu'alaikum Om Mandor,
    Masuk postingan ini agak heran juga ngeliat isinya cuman satu foto saja. Herannya, kok layar postingan kosong panjang. Dan kecurigaan saya terbukti setelah saya coba blok eh ternyata ada juga tulisannya, hhhh pinter sekali.

    Menjadi orang yang siap dalam kondisi apapun memang bukan perkara gampang, butuh mental dan pengalaman yang lebih. Saya sendiri juga pernah mengalami, ketika tiba-tiba diminta tampil ke atas panggung untuk memberikan kata sambutan sebgai wakil keluarga pada acara pernikahan keponakan di Bandung. Mak byarrrr, antara kaget dan grogi karena nggak ada persiapan. Dan Bismillah saya meyakinkan diri, bisa ... dan alhamdulillah dimudahkan untuk melakukannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya dididik oleh pak Nur untuk selalu siap dalam kondisi apapun. Mencemaskan sesuatu tanpa berbuat apa-apa tidak akan mengubah keadaan.

      Terima kasih telah berkunjung dan menikmati postingan saya ini paklik

      Hapus
  10. haduh ini ceritanya kemana,beneran di baliklayar ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus dengan cara khusus untuk bisa membaca postingan ini mbak

      Hapus
  11. Bang Mandooor...
    Ini kenapa mau baca postingan aja kok kayak mau membongkar kode rahasia aja siiih!

    Mbok Djum mana ..mbok Djum!
    *mau ngadu sama mbok Djum aja lah aku mah kalo gini caranya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadeehh pakek lapor-lapor segala ...

      Hapus
  12. setuju banget, sebelum melakukan sesuatu pekerjaan alangkah lebih berdoa dahulu... dibalik layar banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdoa adalah senjata paling ampuh di balik layar

      Hapus

Ada komen, silahkan.
Mohon maaf jika tersandung Chapcha, setting saya sudah non-aktif tapi mungkin ini adalah kebijakan blogspot. Terima kasih