Rabu, 05 Oktober 2016

Tidak Percaya



Yang bilang "saya hanya percaya sama Allah mas" segera ke laut saja deh. Jangan lanjutkan baca.

Memang susah menghadapi orang yang tidak percaya ini. Apapun bisa dijadikan alasan untuk mengklaim terhadap sesuatu yang sudah ada. Ketika data sudah diberikan, harus dicari dan dipikirkan apakah hasil tersebut valid atau tidak. Apakah ada kemungkinan untuk dimanipulasi. Apakah ada sebuah konspirasi yang lebih besar di balik data yang diberikan. Ketidak percayaan yang sangat besar untuk sebuah data.

Senin, 03 Oktober 2016

Menggandakan uang



Sudah nonton bagaimana cara menggandakan uang? Saya penasaran hingga bongkar-bongkar youtube untuk "mempelajari" caranya. Ternyata saya gagal menimba ilmu di youtube. Ternyata ada larangan untuk berada di belakang kursi sang kanjeng. Wah, pasti ada sesuatu ini kenapa ada statemen dan larangan ini itu dalam proses menggandakannya. Ternyata benar, banyak yang kemudian mengklarifikasi proses tersebut tidak benar-benar "menggandakan" uangnya. Ternyata ada uang yang lain yang di belakang kursi.

Kok bisa banyak orang yang ikut? Uang banyak tanpa kerja?

Kamis, 30 Juni 2016

Ketentraman



Ketika jalan muter-muter mbrasak ke kampung-kampung bersama Za dan Vio, terkejut saya melihat ini. Musholla ini mirip dengan musholla kenangan saya mengaji waktu kecil.

Sebuah tempat kumpul bermain, sederhana, di pinggir sawah, serta tempat peristirahatan pelepas lelah. Tempat yang menyimpan ketentraman, mengajarkan ilmu-ilmu mendasar yang dulu belum sempat saya pikirkan apa gunanya.

Beranjak dewasa saya sadar bahwa ilmu dan kekuatan saya diajarkan di tempat yang sangat tersembunyi seperti musholla di atas. Terima kasih wahai para Guru.

Musholla Miftahul Jannah. Kp Rawa Lele, Ds Wanajaya Cibitung, Bekasi
Kamera : Lenovo P780. Retouch : photoshop.

(93 kata)


Senin, 06 Juni 2016

Ceramah Tarawih

Sholat tarawih sudah dilakukan semalam dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Orang-orang yang datang membludak hingga di luar, antusias sekali. Tua muda tumpah ruah anak-anak berlarian, yang biasanya tidak terlihat di masjid sekarang menampakkan diri. Alhamdulillah.
Setelah sholat Isya selesai, berselang wirid dan sholat sunnah. Sang imam naik mimbar, dimulailah ceramah.  Katanya kultum, kuliah tujuh menit. Tapi ini sudah setengah jam berlalu tanpa ada kepastian selesai ceramah. Di dalam hati saya kok ada ganjalan. Ada sesuatu yang membuat saya merasa tidak sreg.  Saya melihat jamaah lain mendengar dalam diam, bahkan terlihat beberapa orang malah tertidur.

Saya pun berandai-andai. Apa jadinya jika ceramahnya itu ditempatkan setelah sholat tarawih. Apakah jamaah mendengarkan dengan antusias atau berbondong-bondong pulang?

Saya yakin jamaah pasti lebih memilih pulang.

Ini pasti ada yang salah. Kalau bukan hati para jamaah yang sudah keras, ya mungkin materi ceramah dan orangnya yang membosankan.

Ini harus diperbaiki.  Kalau memang saya, anda, mereka, kita semua mudah bosan dengan ceramah-ceramah yang ada. Hati yang dibawa harus ditata dulu, setiap ceramah yang terucap pasti ditujukan ke dalam hati. Kalau memang dari penyampai ceramah yang mengangkat materi yang sudah umum yang mudah ditebak dan membuat orang bosan dan mengantuk. Mencari materi yang membuat antusias.

Anda sendiri bagaimana?


(Jumlah kata : 201 kata)


Jumat, 25 Maret 2016

Perilaku Konsumen

Perilaku anda sebagai konsumen sangatlah wajar. Sudah pasti akan memilih harga paling murah jika parameter-parameter yang dibutuhkan sama persis. Sebagaimana ibu-ibu beli cabe di pasar, cabenya warna merah, segar, mengkilat, tidak ada yang busuk. Dari semua kriteria tersebut barulah diputuskan cari harga yang paling murah dari semua penjual yang ada.
Keputusan membeli atau tidak oleh konsumen dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Dengan harga sekian dirasa wajar, dengan harga lebih tinggi pasti ada yang ditawarkan lebih, dengan harga lebih rendah pasti ada parameter yang turun dari permintaan. Secara logika, sangat tidak mungkin seseorang menjual barang yang bagus dengan harga yang jauh di bawah harga pasar. Tidak mungkin seorang penjual menawarkan harga separuh dari harga penjual sebelahnya. kalaupun ada, bisa jadi barangnya adalah barang curian.
Sebagai konsumen secara alami akan memilih harga yang lebih murah, namun begitu tingkat kewajaran juga berpengaruh atas keputusan pembelian.