Senin, 17 Februari 2014

Zaman sudah berubah

Sering kali terdengar perbandingan antar generasi. Dulu, ayahmu, ibumu ini bekerja sangat keras membantu orang tua. Hidup dengan keras agar bisa sekolah, bisa makan, bisa beli sepeda, bisa naik angkot untuk rekreasi ke tengah kota.
Orang-orang tua zaman dahulu itu sangat kuat sekali tirakatnya, jarang tidur, jarang makan, sehingga badannya sehat ucapannya pun manjur. Orang-orang tua zaman dahulu sangat aji sehingga bisa mempengaruhi banyak orang. Berbeda dengan orang-orang zaman sekarang, anak-anak zaman sekarang. Sudah dimanjakan dengan segala yang modern dan serba otomatis.

Anak-anak zaman sekarang sepertinya agak risih dengan perbandingan-perbandingan seperti itu. Lah memang zaman sudah berubah, mau diapakan lagi? Sebenarnya usaha keras itu milik siapa? Apakah hanya milik orang tua terdahulu? apakah anak-anak sekarang atau zaman sekarang tidak perlu lagi kerja keras?
Beberapa anak muda diantaranya melihat lebih gamblang ungkapan tersebut. Bahwa mereka ternyata sudah bekerja keras seperti yang dilakukan oleh ayah ibunya, meski dengan cara yang berbeda. Beberapa lagi malah mengklaim jarang tidur, tidak bisa tidur memikirkan sesuatu. Lho, apa bedanya anak muda dengan orang tua? Sama-sama bekerja, sama-sama tirakat. Masih saja membeda-bedakan.


Kondisi seperti ini sangat miris sekali. Ya memang zaman sudah berubah, namun kalau diperbandingkan tidak akan ketemu.

Lihatlah orang-orang muda sekarang, anak-anak muda sekarang. Sudah zaman teknologi begini, dalam hatinya masih diliputi kecemasan. Pagi-pagi berangkat dengan alat transportasi sangat tersedia. Mobil, motor, kereta, bis, angkot, bahkan tukang ojek selalu siap sedia mengantarkan kemanapun yang dimau. Kalau dibandingkan dengan zaman dulu, berangkat menggunakan sepeda pancal. Atau para petani berangkat sambil menuntun sapi, atau bahkan menaiki punggungnya. Anehnya, yang berangkat menggunakan mesin lebih tergesa-gesa.

Meski sudah dikelilingi dengan teknologi dan kecepatan informasi, namun masih galau juga. Semakin banyak informasi yang didapatkan, semakin cepat informasi yang didapatkan bukannya tambah tenang, namun lebih sering berdebar-debar jantungnya. Langkahnya lebih seperti dikejar-kejar agar bisa terselesaikan secepatnya. Seperti ada yang mengejar, bahkan ketika sudah terselesaikan yang ini, maka yang itu sedang menunggu untuk diselesaikan juga sampai-sampai tidak punya waktu untuk sekedar memberi selamat atas selesainya pekerjaan.

Zaman memang berubah, maka segala perubahan yang dibawanya terus berdampak kepada seluruh kehidupan di sekitarnya. Dari zaman lampu templok hingga zaman internet sekarang ini, kewajiban membaca tetap sama, meskipun fasilitasnya sudah berbeda. Dari zaman sapi hingga zaman mesin, kewajiban bekerja untuk kehidupan juga tetap sama, meskipun fasilitas tidak bisa dibandingkan.
Di zaman sekarang, para pemuda yang bekerja keras tetap akan mendapatkan hasil yang lebih daripada mereka-mereka yang biasa saja. Yang membaca lebih banyak akan lebih arif dan tidak terburu-buru, tetap tenang meskipun hatinya galau.
Pertanyaan terakhir. Ungkapan "Zaman dulu dan sekarang itu berbeda" sebenarnya ditujukan kepada siapa? Siapa harus mengerti siapa. Maka sebenarnya bukan hanya anak-anak muda dan para pemuda saja yang harus bertanggung jawab terhadap perubahan zaman, orang tua pun harus memikirkannya juga. Bagaimana mendidik anak-anaknya sekarang, sehingga menjadi orang yang berhasil seperti halnya orang tuanya mendidiknya hingga se-berhasil seperti ini. Atau bahkan melampaui.

35 komentar:

  1. jaman memang udah berubah tapi bukan untuk maju dan lebih baik malah semua orang dijaman kemajuan ini sering membuat kesalahan dan berakibat fatal salam kenal kunbal y

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha itu maksud saya. Zaman maju tapi orang-orangnya yang membuat kesalahan sendiri sehingga berakibat fatal.

      Hapus
    2. Semuanya tergantung diri sendiri teman. Dijaman sekarang pintar-pintarlah, ambil hikmahnya saja dan yang tidak baik silahkan ditinggalkan. Terimakasih
      Indonesia Strong From Village
      Hidup Adalah Perjuangan

      Hapus
  2. walaupun jaman berubah tapi kita tetap berpegang pada kepribadian sendiri agar tidak terjadinya terpengaruh zaman modern,
    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, zaman memang tetap berubah. Kemampuan menghadapi zaman adalah kepribadian masing-masing untuk menjadi orang yang lebih baik. zaman yang modern tergantung orang yang memanfaatkannya, jika baik maka zaman akan jadi baik, begitu pula sebaliknya.

      Hapus
  3. tentu saja berubah mas,namanya dinamis,jika tidak berubah disetiap jamannya namanya statis,ga maju maju kalo gitu :D

    ini jadi inget jargon, sik enak jamanku toh?? ehhehe


    kalo diliat masa kanak kanak zaman sekarang lebih individualisme sibuk dg gadget masing masing,bayangin anak piyik gadgetnya uda yang mahal gitu,maenannya hape,jaman dulu boro boro kan?
    ps dll..sehingga interaksi dengan lingkungan dan teman2 kurang **miris...

    pandai pandinya orang tua,ajari permainan jaman dulu yang mengasah otak meski tradisional,congkal,bekel,petak umpet mengajarkan kebersamaan,kerjasama,kejujuran dll yang tidak didpt dari game game itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Permainan anak-anak zaman dahulu memang melatih banyak hal. Mulai dari interaksi antar sesama teman sebaya hingga sportif permainan.
      Yang sangat disayangkan adalah adanya teknologi game ternyata membuat anak menjadi individualis. Tidak seperti dulu lagi.
      Permainannya boleh berubah, sosialisasi, kejujuran dan sportifitasnya harus tetap dibangun sejak kecil.

      Hapus
  4. Zaman boleh berubah. yang penting nilai dan estetika tetp dijaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haa... sampeyan langsung bisa menyimpulkan tulisan ini

      Hapus
  5. kemajuan jaman banyak memberi nilai positif dan negatif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tergantung kitanya mau mengambil yang mana

      Hapus
  6. setiap generasi hidup di jamannya... ya memang tdk bisa dibandingkan... yang penting berusaha semaksimal mungkin dan menggunakan setiap kesempatan waktu yang ada dengan hal-hal positif :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, hidup sesuai dengan zamannya. Tapi tetap ada nilai-nilai yang harus dijaga agar tidak hilang di peradaban zaman

      Hapus
  7. setiap generasi mempunyai tantangannya masing-masing, saling memaklumi & saling menyemangati... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tugas orang tua yang harus memahami anak sesuai dengan zamannya sehingga mampu melihat jauh ke depan.

      Hapus
  8. Rasanya setiap zaman membawa nafas dan ceritanya masing-masing.
    Mungkin daripada membandingkan zaman ini dgn zaman itu lebih baik mengambil hikmah pelajaran dari zaman lalu sbg penerang zaman kini.
    Mungkin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar, yang bisa diambil adalah pelajarannya untuk menghadapi zaman sekarang

      Hapus
  9. Hahahha... bener juga tuh.. kita yang sudah pakai motor dan mobil kerap kali tergesa.. padahal sudah pakai tekhnologi yak masih kalah sama sapi hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yah, itu kenapa juga. Padahal kan pakai motor lebih cepet ...

      Hapus
  10. setuju poin terakhir, karena semakin kesini tuntutan dan persaingan kepada kaum muda juga makin besar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Para pemuda harus menghadapi zaman yang tidak ada di zaman dulu. Nah loo, bingung kan. Karena zaman berubah menuju ketidak-jelasan

      Hapus
  11. Ada yang bilang ... anak2 jaman sekarang seperti ini salahe sopo? Salah orang tuanya juga yang gak bener ngedidiknya.
    Aiih, berat juga ya jadi orang tua ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya orang tua seperti itu mengajarkan hal-hal yang didapatnya dulu. Sehingga mengajarkan anaknya dengan cara-cara lama yang dianggapnya pernah berhasil dulu

      Hapus
  12. zaman memang harus berubah, tetapi yang hidup di perubahan sebuah zaman menyesuaikan dengan zaman yang ditemuinya, waktu tidak pernah mundur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar, zaman sudah berubah dengan porsi masing-masing. Masing-masing generasi sebenarnya sudah dibekali kekuatan untuk menghadapi zamannya itu

      Hapus
  13. sekarang jamannya dituntut serba cepat, bener aja mas dulu naik sapi aja berangkatnya santai, sekarang naik motor atau mobil berangkatnya ya tergesa=gesa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. naah sudah merasakan perbedaan itu ya, harusnya kan mobil lebih cepat tapi kok ya masih terburu-buru berangkatnya

      Hapus
  14. jaman dulu setidaknya orang lbh banyak bergerak drpd jaman skrg ya mas ? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak ely, orang zaman sekarang dituntut untuk berada dimana saja dalam waktu yang sama, artinya ya bergerak terusss hahaha

      Hapus
  15. Teknologi sudah berkembang, sepatutnya semua selaras dengan kemajuan ini, namun yang patut dijaga adalah nilai ketimuran yang temurun dan merupakaan kebanggaan kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. zaman dan kemajuan memang tidak bisa ditolak. Maka masing-masing kita harus hidup bersama nilai-nilai yang harus dijaga bersama

      Hapus
  16. Memang, kalau kita bandingkan dengan zaman dahulu tentu berbeda. Cara dan bentuk pengorbanannya pun juga berbeda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar, masing-masing zaman punya kelebihan dan kekurangan sendiri. Masing-masing zaman beda juga cara menjalaninya

      Hapus
  17. Zaman udah berubah... dan kecemasan sepertinya semakin meningkat di era samrtphone ini

    BalasHapus
  18. Semoga perubahan tidak hanya membawa dampak negatif melainkan juga positif ya

    BalasHapus

Ada komen, silahkan.
Mohon maaf jika tersandung Chapcha, setting saya sudah non-aktif tapi mungkin ini adalah kebijakan blogspot. Terima kasih