Mungkin kita yang berpikir realistis akan menemukan banyak jawaban.
tidak boleh pakai sepatu misalnya, makan ya pakai sendok, tangan atau sumpit. Gimana caranya makan pakai sepatu?
Atau jawaban lain, tidak boleh berlari-larian. Yang pernah merasa masih kecil atau sedang punya anak kecil biasanya jawaban ini masuk akal. Ketika belum sekolah, makannya masih lari-larian, ketika sudah masuk cara makannya sudah berubah. Makan dengan duduk manis, tidak lari-larian. Cocok dengan kehidupan sehari-hari.
Tapi secara umum, jawabannya yang benar adalah tidak boleh berbicara atau bercakap-cakap.
Nah loo
Ini yang tidak saya mengerti hingga saat ini. Di saat saya harus menjawab "tidak boleh berbicara" maka akan sangat bertentangan dengan kondisi sehari-hari.
Kalau hanya makan sendirian, jawaban itu masih benar. Mau ngomong sama siapa? Nah kalau makan bareng-bareng bagaimana? Bareng keluarga, bareng rekan-rekan kerja, bareng bos, bareng teman-teman, pasti akan ada obrolan dan pembicaraan. Bahkan pada acara sangat resmi sekalipun, berbicara saat makan pun tetap dilakukan.
Gak ada ceritanya makan-makan bareng kok diem-dieman, saling menikmati makanannya sendiri-sendiri dalam pikiran masing-masing. Tidak melihat kanan kiri padahal sedang makan bareng. Apalagi pas tolah-toleh gak ada meja, kemudian ada bangku kosong satu atau dua yang mejanya sedang dipakai sama orang. Pasti dong minta ijin untuk pakai meja bareng. Pasti dilanjut dengan obrolan ringan. Nah, dimana peraturan tidak boleh bicara saat makan itu?
Padahal sejak dari kecil kita sudah dilarang melakukan itu, berbicara sambil makan. Dan kita (mungkin) juga mengajarkan kepada anak-anak tentang aturan ini. Ahh mungkin dia lapar ...
Jika secara realistis, pertanyaan di atas akan cocok dengan jawaban yang tidak biasa seperti jawaban saya di atas. Tidak boleh pakai sepatu atau tidak boleh berlari-lari. Tapi sayangnya, kita takut jawaban itu akan disalahkan dan nilainya jadi berkurang.
Saya berpikir ke belakang, tentang bicara ini. Kapankah waktu kita berbicara dengan enak? Coba disebutkan: meeting sharing, makan, istirahat, nongkrong di pinggir jalan, di kereta, di bis, atau di waktu-waktu yang tidak sedang melakukan pekerjaan yang lain.
Saya pikir ini masalahnya ada di waktu untuk berbicara dengan enak ini. Banyak orang-orang yang kehabisan waktu untuk berbicara dengan enak sehingga harus menunggu makan bareng untuk bicara. Bicara di dalam meeting, di saat istirahat, waktu nongkrong atau bahkan di kendaraan pun sepertinya masih kurang "enak". Yang pas, ya bicara sambil makan.
Dan hebatnya, berbicara sambil makan itu bisa sukses dalam segala hal. Apapun bisa masuk. Kalaupun masih alot, pasti sebagian besar ada deal persetujuan sehingga yang alot pun masih bisa dinegosiasikan.
Jadi, sebenarnya bicara sambil makan itu boleh apa tidak sih?
Makan diem2an kayak lagi musuhan ya hehe. Kalo saya sih yang ngga boleh ngomong mungkin pada saat ada makanan di mulut. Kalo mau ngobrol ya berhenti ngunyah dulu sebantar
BalasHapusMungkin juga begitu mbak, makanan kalo pas ada di mulut ya gak boleh bicara nanti malah kesedak. Kalau sudah ditelan baru bicarakan apa saja
HapusApalagi kalo high level meeting pasti harus lunch meeting. Nahlhoo. Hihihihi. Jadi boleh gak Bang?
BalasHapusNah itu pertanyaannya, boleh apa tidak. Di semua tempat yang ada makan bersama pasti ada bicara dan ngobrolnya
HapusHehehehe, iya ya, baru kepikir...
BalasHapusMenurut saya makan sambil bicara itu boleh, tapi makanannya harus ditelan dulu sampai habis, baru deh bicara. Tapi kalo bicara dan mengunyah itu dilakukan bersamaan, jangan-jangan keselek atau makanannya malah muncrat...uhuk!
:(
Nah loo, nanti kalau pas ngajari anak-anaknya bagaimana? Harus mengikuti peraturan atau melihat aktualnya bagaimana
Hapusheem, lebih sopan sih kalo mau ngobrol hendaknya berhenti ngunyah dulu :)
BalasHapusSopan dan tidak sopan pun ada waktunya. Bahkan di jamuan makan resmi pun pasti ada saja pembicaraan yang dilakukan.
Hapushehe kayaknya enggka sih mas... tapi yg pasti kalo gak bisa bicara yang baik lebih baik diam hehe....
BalasHapusKalau makanan masih di mulut, pasti gak akan bisa bicara
HapusKata mama kalau lagi makan jangan di biasakan sambil ngobrol karna tidak sopan hehehe
BalasHapusMungkin mama dulu mengatakan itu pas waktu kecil. Sekarang aktualnya bahkan di perjamuan resmi pun tetap saja ngobrol sambil makan. Resmi lho ya, apa gak sopan tuh ...
HapusAku sendiri ngga sukak makan sambil ngobrol, Bang.. Soalnya seret. Aku susah ngunyah. Huahahah.. :D
BalasHapusSukak sebel sih pas makan seriiiing banget ditanya-tanya sama keluarga. Aku diemin aja akhirnya. :P
makanya, inget kata mama. Kalau makan tidak boleehh ... pakai sepatuuuu.Jadinya seret kan kalau makan nelen sepatu
HapusHalah -_-
Hapussaya termasuk yang suka makan sambil ngobrol...
BalasHapusmenurut saya, tidak makan sambil berbicara itu mungkin jangan ngunyah makanan sambil ngomong, bisa2 malah keselek atau makanan muncrat kemana-mana hehe
iya bunda, mungkin itu jawaban yang paling masuk akal dan sesuai aktual sekarang
HapusSaat makan itu memang saat yang asyik buat ngobrol, menurut saya sih. Padahal pak suami paling gak suka kalo ada yang ngobrol pas makan :D
BalasHapusNaah jadi gimana dong, boleh apa enggak ya bicara saat makan itu?
HapusSaat makan ya kudu dinikmati. Kalo ngobrol ntar makanan di mulut bisa meloncat, malu-maluin, hehe..
BalasHapusmungkin juga bisa begitu, sayangnya perjamuan resmi pun tetap ada pembicaraan di sela-sela makan
Hapussepi ya makan tanpa suara.
BalasHapuskalau gak ada suara malah rasanya seperti berantem
Hapus