Sering kali terdengar perbandingan antar generasi. Dulu, ayahmu, ibumu ini bekerja sangat keras membantu orang tua. Hidup dengan keras agar bisa sekolah, bisa makan, bisa beli sepeda, bisa naik angkot untuk rekreasi ke tengah kota.
Orang-orang tua zaman dahulu itu sangat kuat sekali tirakatnya, jarang tidur, jarang makan, sehingga badannya sehat ucapannya pun manjur. Orang-orang tua zaman dahulu sangat aji sehingga bisa mempengaruhi banyak orang. Berbeda dengan orang-orang zaman sekarang, anak-anak zaman sekarang. Sudah dimanjakan dengan segala yang modern dan serba otomatis.
Anak-anak zaman sekarang sepertinya agak risih dengan perbandingan-perbandingan seperti itu. Lah memang zaman sudah berubah, mau diapakan lagi? Sebenarnya usaha keras itu milik siapa? Apakah hanya milik orang tua terdahulu? apakah anak-anak sekarang atau zaman sekarang tidak perlu lagi kerja keras?
Beberapa anak muda diantaranya melihat lebih gamblang ungkapan tersebut. Bahwa mereka ternyata sudah bekerja keras seperti yang dilakukan oleh ayah ibunya, meski dengan cara yang berbeda. Beberapa lagi malah mengklaim jarang tidur, tidak bisa tidur memikirkan sesuatu. Lho, apa bedanya anak muda dengan orang tua? Sama-sama bekerja, sama-sama tirakat. Masih saja membeda-bedakan.