Dulu waktu kecil katanya saya punya ketakutan yang aneh. Waktu itu masih seumuran 4 tahun takut sama burung merpati. Tetangga sebelah memelihara burung merpati di banyak di rumahnya. Pagupon dengan aneka bentuk tertempel di temboknya berjajar, banyak. Begitu saya keluar rumah, tiba-tiba seekor merpati turun ke bawah. Saya langsung teriak dan menghabur ke Ibu "Ibuu... ada ituu ...!" Atau pas ketika lewat dan burung merpatinya sedang berkeliaran di tanah. Saya jalan sambil pegangan kaki Ibu rapat-rapat. Saya tertawa ketika Ibu cerita phobia merpati itu.
Menginjak masa sekolah SD saya sering sakit-sakitan. Waktu itu saya sakit panas. Di tangan Ibu benar-benar di rawat secara serius meskipun dengan obat yang sederhana. Hanya dengan mengunyah sesuatu, dan melaburkannya ke jidat saya disertai dengan doa yang sangat sederhana. "Bismillah Ya Allah sembuh" Sambil menepuk-nepuk jidat saya. Ternyata yang dilaburkan adalah beras dan kencur. Pernah suatu kali saya terserang gondongan. pipi dan leher saya membengkak. Ibu langsung pergi ke warung cari blawu. Dengan segera dilaburkan ke leher dan pipi saya, sebagian dioleskan ke bibir. Whaa bibir jadi membiru. Tetap dengan doa yang sama "Bismillah Ya Allah sembuh." Saya percaya saja dengan obat yang diberikan Ibu, karena doa Ibu sangat menentramkan.