Jumat, 08 Agustus 2014

Personalize

Secangkir kopi terhidang dengan manisnya di depanku. Mengepul panas, beraroma mantap.

Kopi permintaanku ini sudah dihafal oleh mbok Djum takaran dan racikannya. Satu sendok kopi hitam ditambah dengan satu setengah sendok gula. Kemudian disiram dengan air mendidih di atas kompor. Airnya harus benar-benar mendidih (mbulak-mbulak) sehingga ketika dimasukkan ke dalam gelas, bubuk kopinya ikut terangkat dan mengambang bercampur busa kopi yang terbentuk. Kopi menjadi matang terkena air mendidih dan aromanya langsung memenuhi ruangan.
Seduhan kopi diaduk, dengan kondisi kopi masih mengambang. Perlahan-lahan ampas kopi turun seiring dengan penurunan suhu seduhan.

Jika bubuk kopi tidak terangkat ke permukaan maka proses penyeduhan kopi dianggap gagal dan harus membuat kopi baru lagi.

Bisa jadi racikan untuk orang lain berbeda dengan kopi yang terhidang di depanku ini.Itulah yang membuat orang-orang di sini betah. Masing-masing orang merasa diperhatikan secara personal, dihafal menurut kebiasaannya.

Sabtu, 02 Agustus 2014

Roadmap Masa Depan

kamu besok mau jadi apa?
sepuluh atau lima belas tahun lagi kamu mau dikenal sebagai apa?

Dulu saya menganggap pertanyaan itu adalah pertanyaan retoris, pertanyaan yang gak perlu dijawab karena memang saya gak mampu menjawabnya. Bahkan saya menganggap pertanyaan itu adalah suatu sindiran melihat kondisi saya yang masih gak jelas mau jadi apa. Lha wong sekolah gak selesai-selesai, nyari kerjaan saja susahnya minta ampun.

Setelah memasuki dunia kerja, saya baru menyadari bahwa ternyata ada banyak sekali yang tidak saya ketahui. Ada hal-hal baru, ilmu baru yang berguna untuk diterapkan dalam kehidupan. Ada banyak sekali hal-hal yang harus dipelajari. Dan saya merasa terlambat untuk menyadarinya.

Saat kerja di pabrik, ada hal yang menghantui saya setiap hari. Saya sudah pasti tidak akan selamanya di sini. Ada suatu saat nanti saya harus keluar dari pabrik ini entah itu mengundurkan diri, dipecat atau PHK, dan pensiun. 

Selasa, 06 Mei 2014

Menikmati keringat sendiri

Suhu ruangan sangat panas, gerah sekali. Muka dibasuh dengan air pun dalam sekejap terasa berkeringat kembali. Padahal beberapa hari yang lalu sempat hujan deras, namun setelahnya, udara masih terasa gerah. Seragam serasa lengket dengan kulit, malah lebih baik bekerja di luar ruangan daripada di dalam ruangan.

Kondisi ini malah ditambah informasi kenaikan harga TDL. Otomatis pabrik langsung melakukan tindakan penghematan. Semua yang berpotensi pemborosan listrik sebisa mungkin dihilangkan untuk menurunkan pemakaian daya. Bahkan pengguaan AC ruangan dipasang timer yang lebih pendek untuk membatasi pemakaian. Para karyawan hanya bisa protes, sedangkan jajaran pengelola pabrik sedang berpikir keras mencari jalan agar pabrik bisa terus berjalan dan selalu menghasilkan.

Udara sedang gerah, menurut pengamatan orang-orang sih katanya sedang ada ganti musim. Gak siang gak malam tetap saja panas gerah. Katanya orang sih, saya tidak mengerti betul tentang fenomena alam seperti ini, biar orang yang berkompeten saja yang menjelaskan kejadian alam seperti ini.

Senin, 21 April 2014

Saya kuat

Sekarang mari mengingat-ingat masa-masa yang telah dilewati. Masa kanak-kanak, masa remaja. Adakah suatu kejadian yang menguatkanmu sekarang ini? Ada, banyak malah.

Pengalaman-pengalaman itu sangat indah sekali untuk diceritakan. Kejadian yang tidak terduga, bahkan kalau kita harus mengulanginya saat ini, masih harus berpikir seribu kali. karena apa yang kita lakukan di masa lalu itu adalah suatu keajaiban.

Selasa, 15 April 2014

Sifat palsu

Saya kasih setting kondisi seperti ini :
Ada seseorang yang sehari-harinya kalem, lemah lembut, tutur katanya sopan. Wajahnya selalu berbinar cerah dan enak sekali dipandang orang. Ramah kepada tetangga, setiap hari selalu bertegur sapa dengan orang yang ditemuinya. Menjadi rujukan yang dimintai pendapatnya. Dikenal luas oleh masyarakat dengan kegiatan sosialnya.
Ketika melihat ada tetangganya tertangkap tangan mencuri sepeda motor, dia langsung marah. marah sekali dengan tetangganya yang kedapatan mencuri itu. Salah seorang tetangga yang lain bergumam

"Oo gitu ya sifat aslinya kalau muncul."


Maka semua orang yang ada di situ langsung manggut-manggut setuju dengan statemen itu. Tidak ada yang berani menyela.