Selasa, 13 Januari 2015

Produktivitas


Jika suatu saat anda mempunyai pabrik sendiri (saya doakan pembaca di sini semua mempunyai pabrik sendiri, Amiin) pasti akan mendapatkan pertanyaan tentang kemampuan atau kapasitas produksi pabriknya. Hal ini sangat penting untuk customer agar mereka bisa memperkirakan jumlah pemesanan dan waktu tunggu hingga barangnya selesai.

"Beli tempenya 3 keranjang, kapan jadinya?" Begitu pertanyaan yang sering didapatkan oleh pemilik pabrik.
Pemilik pabrik tidak serta merta tahu berapa kemampuan produksi pabriknya karena beliau tidak menghitung secara langsung kejadian di proses produksi. Pasti beliau akan menanyakan kepada bawahannya secara berantai. Saya sebagai salah satu mandor di pabrik ini harus tahu bagaimana menjawab pertanyaan tersebut.
Kapasitas produksi atau sering disebut produktivitas adalah kemampuan untuk menghasilkan. Kemampuan di sini adalah jumlah tertentu yang dihasilkan dalam suatu kurun waktu tertentu. Produktifitas ini, meskipun hasilnya berupa angka, sangat besar artinya bagi keseluruhan departemen yang berhubungan.
Bagi customer misalnya, customer akan memperkirakan jadwal produksi atau jualan mereka setelah barang pesanan yang kita buat selesai. Sedangkan departemen yang lain seperti marketing dan planning juga membutuhkan angka ini untuk memberikan jawaban pertanyaan seperti di atas. Orang-orang Engineering juga membutuhkan angka ini untuk melihat dan menemukan kendala-kendala proses yang ada, selama proses produksi berjalan.
Penghitungan produktivitas sangat penting sehingga dijadikan acuan target yang harus dicapai. Angka yang tertampil pada standar produktivitas, digunakan sebagai alat untuk memacu kemampuan dalam mencapai target yang telah ditentukan. Produktivitas juga digunakan untuk menghitung besarnya biaya proses yang ada dan kebutuhan orang, peralatan, mesin, material, dan waktu yang tepat.

Ada beberapa perhitungan produktivitas yang bisa digunakan untuk menggambarkan kondisi pabrik.

1. Unit Per Day (UPD)
Unit per Day ini digunakan sebagai penyederhanaan dari proses-proses yang membutuhkan waktu yang panjang. Penggunaan UPD ini bisa pada pembuatan tempe, pembuatan jenang dodol, pembibitan cabe, atau produksi ikan lele. Pembuatan tempe memerlukan 2-3 hari untuk merebus dan membiakkan jamurnya, pembuatan jenang dodol memerlukan 12 jam untuk mengaduk adonannya, dan 1 jam untuk proses pendinginan, pemotongan dan packing. pembibitan cabe membutuhkan waktu sekitar 3 minggu. Produksi ikan lele malah bisa mencapai 3 bulan. Rentang waktu tersebut memang tidak mutlak dijadikan patokan namun bisa dipakai untuk perkiraan per hari. Sebagai contoh : Dalam sebulan produksi tempe saya sebanyak 30 keranjang. Maka UPD pabrik adalah 1 keranjang. Dengan asumsi Lead Time sudah diberikan alokasinya.

Sebagai contoh begini :
"Kalau UPD jenang dodol adalah 100 kotak, saya minta 10 kotak saja dalam waktu 2 jam"
Permintaan di atas tidak bisa dilakukan karena dia tidak memperhitungkan lead time pembuatan setelah order diberikan yaitu sekitar 13 jam. Jadi pengen getok saja yang pesen pake sutil.

Kalau saat itu barang setengah jadi yang diminta sudah tersedia, maka mudah saja untuk proses packing. Lain halnya kalau order berupa order baru. Ada sebuah jeda waktu minimal yang harus dialokasikan untuk sebuah order, untuk jenang dodol di atas minimal 13 jam. Jika order bersifat kontinu, maka Lead Time ini bisa dieliminasi karena prosesnya tidak mengganggu yang lain. Begitu selesai mengaduk adonan, dilanjut dengan adonan berikutnya tanpa menghalangi proses pendinginan ataupun proses packing.

2.Unit Per Hour (UPH)
Unit ini lebih sempit penghitungannya karena dalam rentang waktu per jam sudah bisa mengeluarkan outputnya. UPH ini sering diterapkan pada produk yang dikerjakan pada mesin otomatis seperti mesin SMT, pabrik gula, makanan dan minuman kemasan, pengolahan air minum, dan lain sebagainya. Maka wajar jika suatu permintaan dari customer yang mempunyai jadwal dalam hitungan jam.
"UPH chassis saya adalah 1000, dalam 4 jam ke depan saya bisa memastikan kirim barang 3000 pcs"
Cukup rasional karena kemampuan proses sesuai dengan kondisi pabrik saat pemesanan dan produksi awal. Hal ini memungkinkan seorang marketing maupun customer dapat memperkirakan hasil produksi dalam kisaran yang tidak terlalu jauh.
Karena hasil produksi dengan sistem UPH ini relatif banyak ditentukan oleh kecepatan mesin maka UPH juga sering dipakai untuk pengukuran performa mesin. Operator operasional hanya menjaga dan memastikan mesin agar bekerja dengan baik.

3. Unit Per Person Hour (UPPH)
Kalau penggunaan metode ini lebih sempit lagi karena sudah mencakup jumlah orang dalam proses produksinya. UPPH secara mudahnya adalah memasukkan variabel orang ke dalam perhitungan, jika disebutkan UPPH adalah 50 pcs, maka dengan bertambahnya 1 orang maka bertambah pula kemampuan produksinya 50 pcs lebih banyak.Jika pekerja langsung suatu pabrik ada 100 orang, maka pabrik tersebut bisa mengeluarkan output sebanyak 5000 per jam, dan itu bisa dipastikan.
Penggunaan UPPH ini biasa digunakan pada pembuatan keramik, kerajinan kerang, anyam-anyaman, tukang kayu dan pembuatan Shuttlecock. Seperti contohnya shuttlecock, UPPH nya adalah 10 slop, dengan bertambahnya orang maka produksi shuttlecock akan semakin bertambah 10 slop per jamnya.
Penggunaan UPPH lebih ditekankan kepada performa kemampuan internal proses. Peningkatan kemampuan masing-masing orang dalam mengerjakan suatu barang bisa dihitung berdasarkan UPPH sehingga bisa menunjukkan kompetensi masing-masing orang dalam melakukan pekerjaannya. Dengan penghitungan UPPH ini, penambahan orang namun tidak mempengaruhi jumlah produksi akan merugikan pabrik. Secara logika, angka UPPH akan turun karena jumlah orang (pembagi hasil produksi) bertambah.

Naah sekarang tinggal pembaca mau menerapkan yang mana yang sesuai dengan proses kerja masing-masing. Janji ya, suatu saat kalian akan punya pabrik sendiri, saya siap direkrut menjadi mandor di pabrik sampeyan.
Sekian postingan hari ini, semoga bermanfaat.

32 komentar:

  1. Cuma bisa manggut2
    (tanda gak ngerti blasss....)
    si bunda tau nya cuma masak dan makan tempe nya ajah...
    ( kebetulan sekarang lagi bikin tempe mendoan) hehehee........ :P

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sedang bercerita tentang kegiatan pabrik bunda. Siapa tahu bunda punya pabrik sendiri dan rela rekrut saya sebagai mandornya hahahaha

      Hapus
  2. Kalo buat saya banker data ini penting untuk bikin projection pembiayaan Bang. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapasitas produksi adalah data yang penting untuk melihat kemampuan suatu perusahaan. Terlebih customer, dia akan memperkirakan kapan bisa dapat barangnya. Banker juga dipakai sebagai salah satu pendukung analisis hutang, lhaaa

      Hapus
  3. Perhitungan produktivitas tergantung jenis usahanya juga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung usahanya masing-masing. Produktivitas ini sebagai alat ukur saja ketika ditanya. Aneh juga kalau seorang pemilik pabrik atau karyawan pabrik tidak tahu kapasitas produksi pabriknya.

      Hapus
  4. Balasan
    1. Pengen buka usaha dodol ya hahhaha hayukk

      Hapus
  5. pengen punya pabrik buku sendiri alias percetakan aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Allah cepat mengabulkan Doa sampeyan untuk segera memiliki pabrik sendiri, Saya ikut berucap Aamiin.

      Hapus
  6. Saya jangan digetok pakai supil kalo minta 10 kotak jenang gratis ya mas mandore.... hehe
    Saya pernah punya gudang produksi, pakainya UPPH krn 1 unit rata-rata proses pembuatannya 1-2 minggu. Hihi... benerann digetok pakai palu inih... kabur....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gratisan bisa jadi dikasih hahaha
      Pembuatan barang 1-2 minggu, wew lama juga yah prosesnya

      Hapus
  7. Kalau produksi via mesin apakah perlu mandor juga ga bang?
    Saya juga semester kemarin belajar soal manajemen, karena di kesehatan, ya ketenagakerjaannya soal di tempat pelayan kesehatan kayak rumah sakit gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk pekerjaan via mesin, harus dengan mandor yang berkompeten dengan mesin tersebut. Seorang teknisi hanya bekerja di lingkup kerjanya, bukan pembuat keputusan strategis. Harus ada seorang mandor yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan proses yang memastikan tidak ada kendala selama proses berjalan.

      Hapus
  8. Aku maunya cumak terima beres aja. Gimana, Bang? :P

    BalasHapus
  9. Yang umum dipakai untuk perusahaan keseluruhan mungkin yang nomor 1 dan 2 ya mas. Kalau yang nomor 3 mungkin jadi standar penilaian masing-masing karyawan?

    Btw... artikel yang sangat menarik mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau sudah mengerti memang begitu. Mode 1 dan mode 2 cocok untuk mengukur performa parusahaan. Untuk mode 3 cocok untuk mengukur performa perusahaan dan karyawan.

      Hapus
  10. Banyak perusahaan yg g sadar diri, hrsnya memperbesar kapasitas produksi br menuntut marketing jualan sebanyak-banyaknya sehingga delay di mana-mana sehingga sales jg yg dpt masalah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naah itu maksud saya posting begini. Perusahaan kadang terlalu menuntut sales sedangkan kapasitas produksi malah terabaikan.

      Hapus
  11. Saya ikut manggut manggut, karena ora ngertos, hehe...
    saya mandor di bangunan ngitung produktivitas kalo mau ambil pekerja, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahahaha ini ilmu pabrik mas, dibaca-baca aja sebagai referensi kalau suatu saat jadi mandor pabrik bisa berguna.

      Hapus
  12. Bang denger-denger gajih naik ni udah pada banyak pemangkasan karyawan. Bagaimana dgn d sana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang sudah naik gaji per Januari 2015. Di sini bukan pemangkasan karyawan, namun kebutuhan karyawan baru yang dikurangi. Sama saja toh dampaknya

      Hapus
  13. Insya Allah saya punya pabrik saya rekrut :)

    BalasHapus
  14. Ilmu yang bermanfaat. Semoga bisa punya pabrik sendiri :D dan mempraktekan ilmu ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah berkunjung ke tempat saya dan bertambah ilmunya. Semoga bermanfaat

      Hapus
  15. tak bikin dulu pabriknya, pabrik impianku adalah produsen baju bayi, tak rekrut wes

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiinn doa saya apik thok. Semoga segera terpenuhi dengan cepat

      Hapus

Ada komen, silahkan.
Mohon maaf jika tersandung Chapcha, setting saya sudah non-aktif tapi mungkin ini adalah kebijakan blogspot. Terima kasih