Kamis, 30 Juli 2015

Bertamu lagi

Saya memandangi kue-kue di atas meja yang tertata rapi. Ada beberapa yang masih utuh tidak tersentuh, ada yang sudah berkurang separuh. Kelihatannya kue yang masih utuh itu adalah kue yang kurang disenangi, sedangkan kue yang sudah berkurang adalah kue yang ... ah sudahlah. Perilaku orang ngemil tidak bisa diprediksi.

Tamu-tamu yang datang alhamdulillah lumayan. Lumayan menguras kantong maksudnya. Karena masing-masing tamu membawa anak-anak, sehingga recehan uang baru saya laris manis. Dan para orang tua pun ikut senang, anak-anak mereka menimang-nimang uang baru yang jumlahnya menggiurkan itu.
Kue-kue hanya sesekali saya dicicip. Hanya sebagai syarat untuk berkunjung. Kue-kue yang ada seakan pasrah untuk disukai atau tidak. Beberapa kue kaleng sempat tersentuh meskipun tidak banyak. Alhamdulillah saya tidak memasang jebakan penipuan seperti kaleng Khong Guan isi rengginang atau kaleng permen fox isi madumongso misalnya.
Ternyata, kue yang saya sukai itu sama dengan kue-kue yang diambil para tamu. Pantesan aja cepet habis. sedangkan kue yang masih utuh pasrah menunggu tangan-tangan baru untuk membuka tutupnya.


Saya sadari, masih ada orang-orang yang ingat dengan saya sehingga masih rela untuk menyempatkan diri berkunjung ke rumah saya. Di kota yang sudah mulai memikirkan diri sendiri ini, masih ada orang-orang melestarikan kegiatan bertamu seperti ini. Meski terbatas hanya suasana hari raya.

Bertamu ini pada intinya sama dengan nongkrong di pinggir jalan atau ngerumpi, atau yang lebih keren sedikit: nongkrong di kafe tanpa melihat waktu. Isinya ngobrol tentang apa saja. Hanya saja, bertamu ini lebih terhormat, lebih elegan tanpa mengurangi keakraban. Orang yang bertamu mempunyai etika kebaikan masing-masing yang dipegang teguh. Dan etika itu adalah nilai-nilai baik yang diturunkan oleh orang-orang tua zaman dahulu. Bertamu derajatnya lebih tinggi daripada ngerumpi atau nongkrong di jalan atau kongkow di kafe. Lebih tinggi apanya? Saya sampai tidak bisa mendefinisikan lebih lanjut, anda sekalian pasti bisa merasakannya.

Hari senin kemarin, saya mencoba berkunjung ke rumah teman. Padahal hari itu adalah hari pertama masuk kerja. Mumpung saya pas waktu longgar karena gak ada kerjaan. Seneng banget Setelah basa-basi ngobrol tibalah pada pertanyaan pamungkas, "Maksud kedatangan sampeyan ke sini apa?"

Lhoo ... iki yok opo? Pikiran saya saat itu adalah masih suasana lebaran. Bertamu harusnya dianggap wajar dan tidak mempermasalahkan maksud tertentu yang tersembunyi. Bertamu ya bertamu, membicarakan apa saja tanpa maksud bawaan lain-lain. Ternyata bagi dia, lebaran sudah usai dan kegiatan bertamu menjadi suatu kegiatan yang asing.

Tenaaangg, saya tidak sedang menyindir anda kok.

Lebaran sudah berlalu sekitar 2 minggu yang lalu.
Adakah dari rekan-rekan pembaca blog saya ini berkenan untuk berkunjung ke rumah? Bertamu? Kita obrolkan apa saja. Habiskan camilan dan kue-kue saya di atas meja. Mumpung saya punya tambahan amunisi beberapa kue kaleng dan kue pasar.

Mari, saya tunggu untuk bertamu ke rumah saya. Silakan datang, tidak usah takut nanti saya tanyain "Maksud anda datang ke sini apa?"

16 komentar:

  1. Blogwalking tuk silaturahmi pak ustad... kulo nuhun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whaaa ... saya jangan dipanggil ustad, gak pantes dengan kelakuannya hahaha

      Hapus
  2. walau lebaran sudah lewat saya tetap datang berkunkung kok mas :) Maaf lahir batin ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf lahir batin juga bunda. Semoga tali silaturrahmi ini tetap terjaga di dunia maya maupun dunia nyata

      Hapus
  3. Mungkin dikira nagih utang atau mau ngutang, maklum telt datang.
    Berkunjung untuk silaturahmi itu memang penting dan mendapat pahala jika dilakukan dengan ikhlas.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang yang dikejar utang selalu was-was kalau ada orang datang.
      Alhamdulillah Pakde, silaturrahmi itu memanjangkan umur dan menambah pahala

      Hapus
  4. seolah-olah datang hanya karena ada maunya. miris

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang ada beberapa orang yang begitu, seolah-olah ada maunya. Sehingga membuat kita menyama-ratakan hal tersebut, bertamu pasti ada maunya. Padahal kan tidak semua.

      Hapus
  5. Balasan
    1. Monggo ayo bertamu lagi di tempat saya

      Hapus
  6. Walau telat saya datang mengucapkan mohon maaf lahir batin.
    Ada beda bertamu sesudah lebaran dan hari2 biasa, padahal esensinya sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf lahir batin kapanpun bisa dilakukan, sebagaimana kegiatan bertamu ini. Semoga tidak ada hal-hal yang tersembunyi lagi diantara kita. Kalau memang ada maunya, ya diungkapkan saja hahahaha

      Hapus
  7. Walau telat saya datang mengucapkan mohon maaf lahir batin.
    Ada beda bertamu sesudah lebaran dan hari2 biasa, padahal esensinya sama.

    BalasHapus
  8. Kulanuwun....mengaku lama sekali tak bertamu ....tidak pakai alasan lupa alamat (hehe). Bila ditanya.."Maksud anda datang ke sini apa?"...ya cukup nyengir saja.
    Terima kasih Mas sudah diterima 'namu' malah disuguhi juga.
    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whaaa mbak Prih berkenan bertamu di tempat saya. terima kasih telah berkunjung. Semoga bisa menikmati sajian yang ada di sini.

      Hapus
  9. ass. saya sedang bertamu ke blog anda hehhe

    BalasHapus

Ada komen, silahkan.
Mohon maaf jika tersandung Chapcha, setting saya sudah non-aktif tapi mungkin ini adalah kebijakan blogspot. Terima kasih