Tampilkan postingan dengan label Kelas Inspirasi Bekasi 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Inspirasi Bekasi 2. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2015

Guru

"Jadi apa yang kamu dapat dari kegiatanmu kemarin itu?"
Begitu tanya Mbok Djum sesaat setelah saya duduk di bangku panjang itu.

Saya yang masih terkena demam euforia Kelas Inspirasi kemarin pengen cerita macam-macam ke Mbok Djum. Cerita yang baik-baiknya thok, yang jelek-jeleknya gak usah diceritakan nanti malah tambah gak asik ngobrolnya.

Perkenalan saya dengan para dewan guru, malah menganggap saya adalah seorang eksekutif pada perusahaan ternama. Halah. Padahal saya kan hanya level mandor. Saya malah takut dengan persepsi yang tersemat di dalam diri saya yang tidak sesuai dengan kemampuan saya. Begitu hormatnya guru-guru itu kepada saya hingga saya "dibasani", diajak ngomong bahasa jawa dengan Kromo Inggil, haduhhh gak usah segitunya kali.

Jumat, 10 April 2015

Kelompok 11

Apa itu kelas Inspirasi? Saya harap anda semua bisa mencari sendiri informasinya di mbah Google.

Setelah dinyatakan lolos dalam babak penyaringan, hati saya senang sekali... sekaligus gundah! Apa yang akan saya sampaikan nanti? Ini menghadapi anak-anak sekolah SD belum punya bayangan apa yang nanti akan disampaikan. Saya diharapkan bisa memberikan inspirasi tentang cita-cita. Sesuai dengan profesi yang disandang saat ini.

Saya tergabung dalam relawan Kelompok 11, Kelas Inspirasi Bekasi 2. Ada banyak sekali relawan yang mumpuni di bidangnya, membuat saya minder.

Biasa bisa

Orang bilang bisa karena biasa. Nah yang belum bisa harus terus melakukan hal tersebut secara berulang. Namanya juga mencoba, pasti ada salahnya dong. Dari kesalahan-kesalahan itu itulah seseorang bisa belajar. Dengan melakukan berulang-ulang seseorang lebih mendalami apa-apa yang dikerjakannya.
Dengan mengalami banyak kesalahan, akan semakin lihai dalam melakukan yang dikerjakannya. Keledai akan menolak jatuh di lubang yang sama karena lubang tersebut ada bekasnya. Apalagi orang, tidak mungkin orang akan melakukan kesalahan yang sama karena akan merasa bodoh dengan sendirinya. Menghabiskan waktu dan tenaga namun tidak memberikan hasil apa-apa.

Itulah sebabnya banyak orang yang ketika disanjung malah biasa-biasa saja. Lha memang sehari-harinya yang dikerjakan itu, tidak ada ketakjuban apapun bagi orang yang sudah terbiasa. Makanya kadang orang merasa aneh ketika dipuji-puji "ini kerjaan saya sehari-hari, gak ada yang aneh dengan semua ini." Maka sebaik-baik pujian dan sanjungan itu dikembalikan kepada Tuhan seluruh alam, Tuhan pemilik segala puji-pujian, Alhamdulillah.