Hujan selalu memberikan cerita yang berbeda bagi semua orang yang melaluinya. Tetes hujan yang menembus hati yang panas sehingga membuat nyaman. Guyuran deras yang menyeka wajah akan melarutkan air mata yang tersamar. Ada yang berlari riang karena ribuan temannya datang dari atas langit. Ada yang malah berteduh takut basah. Ada yang sudah berharap-harap kedatangannya sejak lama. Ada juga yang mengutuknya ketika hujan datang. Ah... jadi teringat Perempuan Desir Angin. Kapan-kapan saja lah aku ceritakan tentang dia.
Riak-riak di atas aspal pada jalanan datar memberikan kewaspadaan dan peningkatan ketangkasan bagi penunggang kuda besi. Kubangan air yang terlihat riaknya tidak beraturan masih aman untuk dilindas dengan perlahan. Kubangan yang terlihat tenang malah mencurigakan, jangan-jangan malah lubang menganga dalam. Motor beserta pengemudinya bisa terjungkal.
"Kenapa datang terlambat?"
"Hujan deres pak, Macet banyak terjadi Banjir pak."
"Kamu itu alesan doang bisanya."