Senin, 17 Maret 2014

dipilih dipilih

Entahlah kenapa saya jadi ikut-ikutan ngomongin ini. Tapi rasanya gatel juga gak ngomongin beginian.

Ayolah para sahabat semua, kita ini sudah dewasa. Sudah bisa berpikir logis tentang pilihan-pilihan yang kita tetapkan. Sudah tidak perlu diajari lagi mana yang baik dan mana yang tidak baik.Jangankan milih pemimpin, milih makanan sehari-hari pun harus kita waspadai. Sehat gak, kedaluwarsa gak, halal gak, beracun gak.
Monggo silakan pilih sesuai dengan hati nurani. Ini menyangkut hidup bersama di masa depan. Yang nantinya memilih, kemudian yang dipilihnya tidak amanah kan masih punya kesempatan untuk protes dan misuh-misuh. yang memutuskan untuk tidak memilih, ya mau misuh-misuh kemana. Bahkan yang tidak peduli terhadap pemilihan pun tetap akan memperjuangkan mencari makan setiap hari.


Pilihan itu terjamin oleh undang-undang. Bahwa tidak boleh ada seorangpun yang tahu apa dan siapa pilihan. Bilik rahasia katanya. Sifat pilihannya itu kan langsung umum bebas dan rahasia. Sudah diketahui umum makna masing-masing kata itu dalam urusan politik begini. Apalagi makna rahasia itu. Tidak boleh ada yang tahu milih apa dan milih siapa. Bahkan malaikat pun dipersilakan menunggu di luar saat seseorang masuk bilik pemilihan. Bahkan setan pun akan dihardik keluar jika berani-berani mengintip pilihan. Pilihan yang dilakukan hanya pemilih dan Tuhan saja yang tahu.

Biarlah mereka partai-partai itu berkampanye, menunjukkan janji-janji mereka, menunjukkan kelebihan mereka, menunjukkan keberhasilan-keberhasilan mereka di depan rakyat. Sambil sesekali menggunjing kebobrokan partai tetangga. Partai ini mengumbar korupsi partai itu. Partai itu menunjuk kadernya partai nganu sedang dipenjara, partai nganu sedang ngomongin kegagalan program partai inu, owalah embuh.

Yang penting saya tidak memberitahukan apa pilihan saya kepada mereka itu. Biarkan orang lain memamerkan jago-jagonya, pilihannya. Yang fanatik terhadap salah satunya, monggo silakan. Yang mau bela sampai habis, ya monggo. Bahkan ada yang "gak wawuh" sama tetangga hanya karena beda kaos, duh Gustiii paringono Sugih. Bahkan ada juga yang kalau nanti milih akan dikasih hadiah surga, Allahu Akbar.

Sekali lagi, kita ini sudah dewasa. Pemilihan ini ibarat pertunjukan sepakbola. Riuh sekali penjual tiketnya hingga 1 minggu sebelumnya sudah gembar-gembor. Padahal perhelatan sepakbola paling lama hanya 3 jam. yang biasa-biasa saja lah. Nanti kalau presiden sudah terpilih, apakah dia mau mengobati luka hati tetangga yang tidak "wawuh" karena beda kaos? kan gak ada ceritanya, presiden datang untuk mendamaikan tetangga yang beda partai. Dan kaosnya pun gak cocok dipakai buat kondangan, apalagi buat ketemu pak Menteri. Para dewan pun sudah harus bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Ayolah, kita sudah dewasa, dipikir sambil jalan sajalah. Anggap saja bisa dikesampingkan. Gak perlu sentimen sama tetangga karena beda partai, gak perlu ngotot teriak-teriak, gak perlu pakai mobil belonteng pawai, gak perlu pakai motor kebut-kebutan, apalagi bentrok sesama pemilih. Nantinya beberapa orang terpilih menjadi orang terhormat, masuk ruang anggota dewan. Beberapa orang masuk ruang penyesalan, beberapa orang lagi masuk rumah sakit jiwa. Apakah kita juga akan menyusul masuk rumah sakit? kecelakaan? luka bentrok? Tentu tidak kan?!

23 komentar:

  1. damai aja ya mas :) gak usah beda partai jadi musuhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya lebih baik diem-dieman saja masalah pilihan ini. Kan orang lain gak boleh tahu ya, Rahasia katanya. Biar gak musuhan

      Hapus
  2. Setuju Bang Mandooor...
    Sampai detik ini pun masih belum memutuskan untuk milih siapa lho...

    Tapi hak suara sih udah pasti dipake :)

    Emang dirimu rencananya mau milih siapa nih bang? Aku ikutan dong...hihihi..
    *semacam labil*

    BalasHapus
    Balasan
    1. lhahahahaha kok malah nanya pilihan saya apa siapa
      Nanti tak bisiki sajalah

      Hapus
  3. Sy jg masih bingung mas mau pilih siapa. haha
    tp cukup nyengir2 aja ngeliat org2 twit war n nyinyir ngomongin partai, lagian klo milih gak tergantung partai nya ah..tp liat personalnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak melly kalau milih gak usah bilang-bilang saya ya xixixixi

      Hapus
  4. kmrn dah dikasih info sama KJRI sini mas mau milih langsung atau via pos :)

    sudha tahu juga ya mas mau nyoblos apa dan siapa ? :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memilih sebenarnya adalah hak privacy ya mbak. Saya dan mbak Ely pun punya kebebasan dalam pemilihan ini, mau milih siapa juga dijamin aman.
      Saya nyoblos siapa xixixixi

      Hapus
  5. Aku belom memutuskan akan memilih apa atau siapa sih mas Sus, tapi ya harus milih dunk :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pilihan memang atas dasar kemauan, jangan mau dipaksa-paksa yaa

      Hapus
  6. Kalo gak milih itu bisa jadi pilihan toh, bila secara subyektif tak ada yang layak untuk dipilih itu bisa jadi hak pilih juga kan. Nah kalo nanti dapat rejeki saat serangan fajar tapi tetep nggak milih kan juga pilihan. Tp intinya bener kata sampeyan kalo udah dalam bilik suara ya tetep hak saya buat pilih siapa aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak milih termasuk pilihan juga. Cuman kalau gak milih, nanti gak punya kesempatan misuhi yang dipilih dulu xixixi

      Hapus
  7. Ayo dipilih-dipilih, tanpa perlu regejegan eyel-eyelan meski beda yel-yelnya. Selamat memilih Mas Sus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, pilihan sesuai dengan hati yang pas. Kalau masih eyel-eyelan berarti kan bukan rahasia hati lagi

      Hapus
  8. setuju, kedewasaan merupakan syarat mutlak dari demokrasi

    BalasHapus
  9. Balasan
    1. Ayo kita pilih wakil dan pemimpin untuk 5 tahun mendatang. Setelah pemilihan, mari kita kawal pemerintahan yang dijalankan

      Hapus
  10. Pemilu itu penting karena kalau kita salah pilih kita akan menerima konsekuensinya selama lima tahun ke depan. Jangan pesimis lah, pilihlah yang terbaik dari yang ada. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pilihlah yang terbaik dari pilihan buruk yang ada. Semoga dengan doa-doa kita muncul kesadaran atas tanggung jawab mereka. Kalau masih tidak sadar juga, mari kita pisuhi bareng-bareng hahahaha

      Hapus
  11. Haduh kalau ngomongin pilihan ini yang susah. Masalahnya sampai sekarang saya belum nemu siapa yang harus dipilih Bang.
    Biarlah apa kata nanti deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, dipikir sambil jalan sajalah

      Hapus
  12. enaknya kalau bunda itu denger kata " dipilh dipilih" itu di pasar ,Pak Mandor
    biasanya lagi ada obral itu...
    ( hehehe...ninik2 pemburu diskon ini....) :D

    yuk...kapan barengan kita ke pasar..... :)

    salam

    BalasHapus

Ada komen, silahkan.
Mohon maaf jika tersandung Chapcha, setting saya sudah non-aktif tapi mungkin ini adalah kebijakan blogspot. Terima kasih