Jumat, 12 Desember 2014

Weekend tlah datang


Hore hari Jumat telah datang, weekend segera menjelang. Menunggu datangnya hari Sabtu itu paling pas ya di hari Jumat, kalau masih hari Rabu masih kelamaan, apalagi pas hari Senin, malah tambah stress mikirin datangnya hari sabtu. owalah. Kerja dari Senin sampai Jumat ternyata hanya untuk menunggu datangnya hari Sabtu. Saya kan termasuk orang-orang pecinta weekend hahaha.
Pengennya cepet-cepet pulang. Pokoknya begitu mendengar bel langsung cabut menikmati bebasnya udara di luar ruangan. Selamat tinggal urusan pabrik, selamat mengurusi dirimu sendiri berjalan sendiri tanpa diriku ya.

Etapi sebenernya gak seneng-seneng amat sih ketika weekend menjelang seperti saat ini. Masih ada rasa was-was, hari Jumat adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan plan minggu depan. Alhasil ada dua kemungkinan, jika plan tidak ada perubahan maka saya bisa langsung kabur. Tapi jika plan ada perubahan artinya urusan datang pas injury time, harus jaga gawang hingga semua permasalahan plan minggu depan harus dibereskan. Harap-harap cemas gitu deh.

Yup benar seperti dugaan anda. Belum hilang rasa cemas, mas Rere berdiri "Teman-teman yang saya hormati dan saya cintai, terima kasih untuk tetap stand by di meja masing-masing demi ..."


"Halah gak usah kelamaan, intinya apa!" saya langsung memotong

"Oh iya sori-sori, customer minta, produk model ini minta kenaikan 50 ribu lagi minggu depan. Sedangkan produk yang itu minta 20 ribu minggu depan. Apit, coba hubungi Cina sekarang. Topix, kamu langsung telp Thailand dan Singapore sekarang juga. Coba tanyakan schedule materialnya.Sampeyan mas Mandor, coba hubungi supplier lokal dan supplier Korea apa-apa saja yang kurang."

"Over Time gak boleh, tapi informasi muncul setiap injury time." Saya ngedumel.

Dan ternyata memang hari ini mengharuskan saya untuk tinggal lebih lama di pabrik bersama teman-teman. Ada mas Rere sebagai leader, Apit, Topix, saya dan Putri yang duduk di meja admin. Semua tim lengkap, kompak untuk pulang malam.

Demi mendengar Singapore, topix langsung sumringah. Hahaha bisa godain claire lagi. Claire, salah seorang supplier yang terkenal cakep pernah datang ke pabrik untuk masalah-masalah pengiriman. Lumayan kan telpon-telponan ke Singapore pake telpon kantor.

"Kalau berani bilang I Miss You atau I love You gitu. Jangan cuman kerjaan doang yang diomongin!" Seru Putri

"Yee jangan sirik yee." jawab Topix

"Hi claire don't be fooled by him hahaha. You should go home now." putri berteriak dari tempat duduknya supaya claire dengar di ujung telepon sana.

"Hush sono sono pergi." Jawab topix mengusir. "Kalau dia sampe ngambek trus saya gak dikasih material, kamu tak suruh ngerayu lho."

hahaha kami langsung ngakak. Entahlah, ada apa Topix dengan Claire ini. Kayak orang pacaran aja kalau kerja.

Apit yang sedang kutak-kutik dengan komputernya terus menghitung-hitung. Gagang telepon tetap menempel di telinganya. Entah apa yang dibicarakan dengan orang cina sana, nampaknya wajahnya serius. Nampaknya sedang negosiasi jadwal pengiriman yang tidak sinkron dengan plan produksi. Saya sampek kasihan, kasihan sama orang di cina sana melihat Apit terus menekan apa yang diinginkannya. Tapi ya tetep diselingi dengan bercanda biar luluh hatinya.

Mas Rere pun sedang mempersiapkan draft laporan yang akan diserahkan besok senin.

Saya ngapain?! Saya bisa tahu kegiatan semua orang di dalam tim karena jalan-jalan ngecek kerjaan orang. Dasar anak buah gak tahu diri.

Apit pun datang ke meja saya sambil ngambil kopi saya yang masih panas. Dengan sekilas dia memperhatikan worksheet saya.

"Ini apa nih? vlookup, index match, Index small if. Kalau pengen terlihat keren rumusnya sih gpp, tapi kasihan komputernya. Tapi kalau hanya untuk mendapatkan data seperti ini kan bisa pakai sumif. Komputer ngitung array itu berat benget daripada ngitung penjumlahan. Bisa nyampe 5 menit. Coba ganti sumif, langsung ngebut hitungannya."

"Eh, gimana caranya?"

"Ya pakai cara sakti dong, bentar saya memejamkan mata dulu."

"Halah."

Monitor langsung dihadapi oleh Apit. Dia menuliskan rumus sumif, ketak-ketik dan berlogika sedikit, jreengg ...

"Tuh kan sama hasilnya."

"Wahaha keren banget, kenapa saya gak kepikiran seperti ini ya."

"Kamu memang top. Mau ditraktir apa nanti pulangnya? setarbak, mijon, jus wortel atau jus cabe?" Saya menawarkan

"Hah ...."

Saya ngakak

"Gak mau ah, nanti malam saya ada undangan main golf sama Bill Clinton." Jawab Apit gak mau kalah

Saya dan teman-teman makin ngakak. Sungguh menyenangkan punya teman-teman ajaib kayak gini.

Saya melanjutkan memperbaiki rumus-rumus perhitungan saya. Dan ternyata memang benar, besaran file berkurang drastis dan kecepatan penghitungan meningkat. Saya jadi punya ide lagi untuk membuat sesuatu, agar dengan sekali enter maka keluarlah apa-apa yang saya butuhkan.
Dan ternyata malam ini membuat saya bergairah untuk bekerja. Saya semakin menyukai apa yang saya kerjakan, meskipun saya pusing tapi tertantang. Saya ingin bisa. Sayangnya kenapa baru menyadarinya ketika sudah menjelang malam begini.

Lho bukannya tadi saya sudah ingin untuk bersegera pulang?

"Telepon saya berdering "What do you want? I'm waiting ..." Ternyata telepon dari Korea begitu setia menunggu saya sebelum dia pulang.

"Send me pizzaaa ... hahaha just kidding."

28 komentar:

  1. tulisan ini beda ya.. rasanya bukan bang mandor yang nulis :D have a nice weekend

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mencoba untuk keluar dari gaya serius. Kalau ini berhasil membuat "gaya saya" yang lain, semoga bisa dijadikan buku tentang pabrik hahahaha

      Hapus
  2. wes mirip polll dengan cerpen, alur dan dialognya sdh keren banget *eh, bukan cerpen ya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. loh, kayak cerpen ya. Wah harus segera dibenahi ini

      Hapus
  3. Trus.. Jadi mesen pizza ngga, Bang? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak beby ini gimana, saya di sini sedangkan dia di Korea. Masak cuman pizza jauh-jauh ngirim dari sono hahahaha ...

      Hapus
    2. Ya ngga papa dongs, Mbak. Citarasanya kan beda. :P

      Hapus
  4. Cerita akhir tahun kayaknya bakal lebih seru nih Pak Mandor, keren timnya euy :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerita akhir tahun enaknya ditulis di sini atau di buku yaa ... hahaha jadi galau saya

      Hapus
  5. Gimana rasa pizzanya....hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak ada pizza, yang ada kerja sampai malam

      Hapus
  6. Balasan
    1. Terima kasih, weekend di tempat kerja itu menyenangkan asalkan hatinya senang

      Hapus
  7. wiihh keren tulisannya, salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagusnya di mana? kerennya yang mana? saya malah ingin mengembangkan tulisan dari yang bagus-bagusnya. Minta tolong ditunjukkan

      Hapus
  8. jam kerja nambmah kalau teman2nya seru begitu jadi nggak kerasa yah? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagaimana menyenangi pekerjaan, itu yang penting daripada stress terhadap tugas yang harus dikerjakan. Memang teman-teman sanggup mengubah suasana kerja menjadi menyenangkan

      Hapus
  9. emang biasanya otak cemerlang kalau waktunya udah mepet-mepet bang. untung temennya santai semua ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya memang begitu, kita memang harus ditempatkan dalam keadaan mepet untuk mengeluarkan segala kemampuan kita

      Hapus
  10. Adrenalin pekerjaan meningkat saat mood jelang weekend tiba
    Beneran yah semua ilmu sakti moncer keluar dengan meningkatnya tekanan
    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, di saat-saat weekend pikiran sudah terisi dengan hal yang menyenangkan. Namun kerjaan datang pas pikiran sedang senang, jadinya malah enak kan

      Hapus
  11. yaa daripada weekend diisi dengan tidur, lebih baik diisi dengan hal yang berguna menghasilkan.... di....kantor.... hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar, apalagi kalau teman-temannya enak dan menyenangkan

      Hapus
  12. kalau saya engga ada akhir pekan kayaknya sam.. setiap hari rasane akhir pekan haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. wenak no setiap hari adalah liburan hahahaha

      Hapus
  13. saya gak dapet libur sebanyak tahun lalu akhir tahun ini.. huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerja untuk mengejar suatu hari akan mendapatkan liburan. Bagaimana kalau dibalik, liburan di tempat kerja, mungkin gak yaaa ...

      Hapus
  14. weekend weekend weekend ..
    ininmasih selasa menunggu hari sabtu itu rasanya lama bingitt hehehe

    BalasHapus

Ada komen, silahkan.
Mohon maaf jika tersandung Chapcha, setting saya sudah non-aktif tapi mungkin ini adalah kebijakan blogspot. Terima kasih